Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Opini Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga Alifah El Karimah, Pendidikan Investasi Masa Depan atau Ladang Bisnis?

Riri Masfardian • Selasa, 10 Desember 2024 | 20:16 WIB
Alifah El Karimah, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga
Alifah El Karimah, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga

RADAR GRESIK - Pendidikan telah lama diakui sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Di satu sisi, pendidikan dianggap sebagai investasi penting untuk masa depan, membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Di sisi lain, semakin banyak institusi pendidikan yang beroperasi dengan tujuan komersial, sehingga muncul pertanyaan: apakah pendidikan kini lebih berfokus sebagai investasi masa depan atau telah menjadi ladang bisnis?

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah investasi yang sangat berharga. Dengan pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidup, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pendidikan juga memainkan peran penting dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Banyak negara maju telah menunjukkan bahwa investasi besar dalam pendidikan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sistem pendidikan yang baik dapat menghasilkan individu-individu yang berkompeten, kreatif, dan inovatif. Mereka yang memperoleh pendidikan tinggi cenderung memiliki peluang lebih besar untuk sukses di berbagai bidang. Pendidikan juga membekali individu dengan keterampilan kritis yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi yang pesat.

Namun, realitas menunjukkan bahwa pendidikan semakin dilihat sebagai ladang bisnis yang menggiurkan. Institusi pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, semakin banyak yang beroperasi dengan orientasi profit. Hal ini terlihat dari mahalnya biaya pendidikan, mulai dari uang pangkal, biaya semesteran, hingga berbagai biaya tambahan lainnya. Akibatnya, pendidikan berkualitas sering kali hanya dapat diakses oleh mereka yang mampu secara finansial.

Kepentingan komersial dalam pendidikan juga mempengaruhi kualitas pengajaran dan kurikulum. Beberapa institusi lebih fokus pada aspek pemasaran dan citra daripada kualitas pendidikan itu sendiri. Selain itu, maraknya pendidikan privat dan bimbingan belajar yang berbiaya tinggi juga menunjukkan bagaimana pendidikan telah menjadi komoditas yang diperdagangkan. Pergeseran pendidikan dari investasi masa depan menjadi ladang bisnis memiliki dampak yang signifikan. Akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi lebih sulit bagi mereka yang kurang mampu, sehingga memperburuk kesenjangan sosial. Sistem pendidikan yang berorientasi pada profit juga berpotensi mengorbankan kualitas pendidikan demi keuntungan finansial.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan regulasi yang ketat dari pemerintah untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. Pemerintah juga perlu meningkatkan pendanaan untuk institusi pendidikan negeri dan memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dari kalangan kurang mampu.

Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Meskipun ada tekanan komersial yang membuat pendidikan tampak seperti ladang bisnis, kita harus ingat bahwa tujuan utama pendidikan adalah membekali generasi mendatang dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses. Regulasi yang tepat dan komitmen dari semua pihak dapat membantu mengembalikan fokus pendidikan sebagai investasi masa depan yang berharga. (*)

Editor : Hany Akasah
#Universitas Airlangga #unair #Opini #pendidikan #ladang bisnis #Investasi