RADAR GRESIK - Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari delapan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Gresik hadir dalam kegiatan jalan sehat, Selasa (3/12) di halaman Pemkab Gresik. Acara yang diinisiasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB Kabupaten Gresik ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024.
Dengan semangat tema "Bergerak Bersama Menuju Kemandirian dan Kesetaraan," para peserta, didampingi guru dan beberapa wali siswa, memulai start dari halaman Kantor Pemkab Gresik. Acara ini dibuka Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.
Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kiswanto, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Kepala Dinas KBPPPA dr. Titik Ernawati, Direktur Bank Jatim Cabang Gresik, serta para siswa ABK, guru inklusi dan kepala SLB.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani komitmen Pemkab Gresik untuk mewujudkan Gresik yang inklusif. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab Gresik guna memberikan kenyamanan bagi disabilitas.
"Kami berusaha tidak membedakan apapun, meskipun SLB berada dalam naungan Pemprov Jatim, namun yang menjadi siswa siswi dan wali murid merupakan warga Gresik. Kami akan terus bersinergi dengan SLB dan berbagai perusahaan di gresik ," ujarnya.
Gus Yani menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan pemerintah, seperti pendirian Resource Center di Bawean dan Wringinanom, pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas, serta dukungan terhadap program ULD (Unit Layanan Disabilitas) yang membantu penempatan kerja bagi lulusan SLB.
Kegiatan jalan sehat ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bank Jatim Cabang Gresik. Dalam kesempatan ini, Bank Jatim bahkan memberikan CSR berupa tiga mobil operasional untuk Resource Center sebagai sarana antar-jemput gratis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan di UPT LP ABK atau Resource Center.
"Insha Allah tahun depan mobil operasional sebagai sarana antar jemput ABK menuju Resource Center, sehingga masyarakat bisa mengakses berbagai kevutuhan dari penanganan, pendidikan, serta pendampingan.
Dalam waktu kedepan juga kami mendirikan Resource Center di Panceng untuk menjangkau warga Gresik Utara," kata Gus Yani.
Jalan sehat yang berakhir di Kantor Cabang Dinas Pendidikan ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan dukungan dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.
Kepala SLB Negeri Cerme, Nurjanah mengapresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh para pendidik dan siswa SLB di Kabupaten Gresik. Beberapa di antaranya penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif yang diraih oleh Dede Kepala SLB Kemala Bhayangkari dan Guru Teladan se-Jawa Timur yang diraih oleh Bu Febri dari SLB Negeri Cerme.
Riskiyah Andani, seorang siswa tuna rungu dan wicara dari SLB Kemala Bhayangkari, berhasil mencuri perhatian dengan membacakan puisi yang menyuarakan semangat kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Puisi tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu, tanpa memandang keterbatasan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah