RADAR GRESIK - SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI) kembali menggelar YIMI Islamic Festival (YIF) 2024 pada Minggu, (10/11) di Atrium Gresmall. Ajang ini semakin semarak dengan penampilan siswa dalam kreasi budaya Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh SMP YIMI Gresik Full Day School (FDS) ini merupakan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Mengangkat tema “Gerakan dan Lagu Daerah Nusantara”, festival ini menjadi bukti komitmen sekolah untuk menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia di kalangan siswanya. Acara dibuka oleh MC multibahasa, yang membawakan acara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Kepala SMP YIMI, Ainun Naim, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para orang tua atas dukungan yang tak henti-hentinya dalam menyukseskan acara tersebut. Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya kepada siswa. Sekolah dengan moto OK Agamanya Top Pendidikannya ini selalu melakukan berbagai upaya penguatan agama dan akademik siswanya.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan apresiasi siswa terhadap keragaman budaya Indonesia. Tidak hanya melalui pengetahuan, namun juga semarak dalam mengenal kebudayaan secara langsung," kata Naim.
Setiap kelas menampilkan berbagai kreasi mereka, seperti lagu lir ilir, Manuk Dadali dan Tokecang, Cublek cublek Suweng, Suwe Ora Jamu, Ampar-ampar Pisang, Soleram dan Sajojo, Kampung Nan Jauh di Mato dan Sipatokaan, Jaranan, Rek Ayo Rek, Gambang Suling, serta Reog dibawakan bersama tarian dan kostum daerah asal lagu tersebut.
Kepala Divisi Pendidikan YIMI, Taufiq Haris memuji kegiatan YIF sebagai pengalaman belajar praktis bagi para siswa. Menurutnya implementasi merdeka belajar dalam kegiatan ini mendorong para siswa untuk aktif dan semakin semnagat dalam belajar.
"Festival ini menyediakan wadah bagi siswa untuk terlibat dalam pembelajaran mereka secara visual, audio, dan kinestetik, sehingga lebih bermakna dan berkesan, selain itu juga mampu meningkatkan kognitif dan psikomotor anak didik. Kami berharap mereka kedepannya menjadi berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Negara," kata Haris.
Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan oleh siswa dari semua tingkatan, dengan penekanan khusus pada tarian dan lagu tradisional Indonesia. Tahun ini fokus pada gerakan dan musik bertujuan untuk membiasakan siswa dengan warisan budaya Indonesia dan mendorong mereka untuk melestarikannya.
Suci Nadlifatur Rizqiyah, koordinator acara P5, menyoroti pentingnya kompetisi festival ini. Diungkapkannya bahwa kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini lebih fokus kepada gerak dan lagu, sehingga siswa sangat aktif dan enerjik.
"Kami ingin para siswa terbiasa melestarikan budaya melalui lagu dan gerak tari. Melalui kegiatan P5 ini selain gerak dan lagu para siswa ujga mempelajari filosofi dari nyanyian yg terkandung di dalamnya. Mereka juga mengetahui asal usul daerah lagu tersebut berasal,” ungkapnya
YIMI Islamic Festifal juga turut dimeriahkan berbagai lomba untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. Lomba yang digelar sejak 2 November tersebut meliputi olimpiade matematika, olimpiade PAI, olimpiade IPA, story telling, cerita hikmah, music islami, outbond, tahfidz, serta lomba menggambar.
Acara secara resmi dibuka langsung oleh ketua umum Yayasan Islam Malik Ibrahim, Drs. Muhammad Syahab didampingi jajaran pengurus yayasan dan kepala lembaga YIMI lainnya dengan memukul gong. Ia memuji upaya sekolah dalam menyelenggarakan acara yang bermakna tersebut. (rir/han)
Editor : Hany Akasah