RADAR GRESIK - Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Pemkab Gresik bersama Puspa Pinatih menggelar pelatihan keterampilan untuk warga binaan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Gresik, Jawa Timur.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan memberikan peluang bagi para peserta untuk mengembangkan usaha mereka setelah masa tahanan.
Pelatihan yang diikuti oleh puluhan warga binaan perempuan ini mengajarkan dua jenis produk olahan yang sedang tren, yaitu mango milk cheese dan bola sayur. Kedua produk tersebut dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar dan bahan-bahan yang mudah didapat, sekaligus bergizi bagi konsumen.
Ketua Puspa Pinatih Riyadussholihah mengatakan mango milk cheese adalah inovasi produk yang menggabungkan rasa manis buah mangga dengan kelezatan keju susu, sementara bola sayur merupakan cemilan sehat yang terbuat dari berbagai macam sayuran yang dipadukan dengan bahan lain untuk menciptakan cita rasa yang enak dan bergizi.
“Para peserta tidak hanya diajarkan cara membuat kedua produk tersebut, tetapi juga diberikan pemahaman tentang cara memasarkan dan menjual produk secara efektif. Harapannya, keterampilan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi warga binaan perempuan setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan yang terus dikembangkan oleh pihak Rutan untuk mempersiapkan para warga binaan agar dapat mandiri secara ekonomi setelah menjalani masa hukuman.
"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga
membangun rasa percaya diri dan kemandirian bagi para peserta," ujar Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A mengatakan, pelatihan uty diharapkan dapat terus
berlanjut sebagai bagian dari upaya pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan perempuan di Rutan Gresik.
“Dengan adanya keterampilan baru ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh kemampuan untuk berwirausaha, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka setelah masa hukuman selesai,” pungkasnya. (dwi/han)
Editor : Hany Akasah