RADAR GRESIK - Gempa di Pulau Bawean menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, termasuk bangunan sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik terus berupaya menyelesaikan proses perbaikan.
Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma menyampaikan bahwa hampir semua sekolah yang terdampak dibangun oleh Kementerian PUPR.
"Namun, ada dua SD Negeri yang tidak bisa dibangun karena status tanahnya milik pribadi," ujarnya.
Ia menjelaskan, dua sekolah tersebut yakni SD Negeri Lebak 1 dan SD Negeri Kelompang Gubuk 2.
"Alhamdulillah setelah berkomunikasi, pemilik tanah SDN Lebak bersedia menghibahkan tanahnya kepada Pemkab Gresik. Sekarang dalam proses," ungkap dia.
Kemudian, untuk yang kelompak Gubug, pemiliknya mau menghibahkan tanahnya separo. Sedangkan yang separo minta dibeli dengan harga berapapun sesuai appraisal pemerintah.
"Akan kami usulkan ke pemerintah melalui PU untuk pengadaan tanahnya," terangnya.
Dikatakan, dengan selesainya persoalan status tanah pihaknya mengusulkan pembangunan dua sekolah tersebut pada APBD 2025.
"Kami mengajukan anggaran Rp 1 miliar untuk perbaikan dua sekolah tersebut. Untuk yang Lebak akan dibongkar total. Sedangkan yang Kelompang Gubug akan dilakukan rehab," tandasnya.
Ia berharap, seluruh perbaikan sekolah rusak di Pulau Bawean bisa segera selesai.
"Segera bisa digunakan para siswa untuk kembali belajar," imbuhnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq