RADAR GRESIK - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, seluruh siswa KB, TK A, dan TK B YIMI Gresik antusias mengikuti kegiatan membatik ecoprint, jumat (11/10). Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia, khususnya batik.
Dengan menggunakan teknik pounding atau memukul, anak-anak diajak untuk menciptakan motif batik yang unik dan menarik menggunakan daun, bunga, dan ranting. Bahan-bahan alami ini disiapkan oleh para wali murid dan guru dengan berbagai variasi. Dalam kesempatan tersebut menghadirkan narasumber dan pelatih ibu-ibu PKK Kelurahan Gending.
"Teknik pounding dipilih karena sangat mudah dan aman untuk anak-anak usia dini. Selain itu, proses pembuatan batik ecoprint juga mengajarkan anak-anak untuk menghargai alam dan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka," ujar Vena Melinda, koordinator kegiatan membatik ecoprint.
Setelah selesai dicap, kain yang telah diberi motif kemudian direndam dalam air tawas. Kain-kain tersebut nantinya akan dijadikan tas yang dapat digunakan oleh anak-anak sebagai tempat peralatan sekolah atau keperluan lainnya.
"Dengan membuat tas sendiri, anak-anak akan merasa lebih bangga dan memiliki rasa kepemilikan terhadap hasil karya mereka," tambah Vena.
Sementara itu Kepala KB TK YIMI, Kristantin, S.Pd menuturkan kegiatan membatik ecoprint ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka Berlajar, khususnya dalam implementasi Projrk Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Anak-anak diajak untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri melalui proses berkarya. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap menghargai hasil karya sendiri dan orang lain.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menanamkan kecintaan terhadap batik sejak dini pada anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik membatik, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya," ungkapnya.
Sebelumnya, TK Yimi juga telah menggelar berbagai kegiatan edukatif lainnya, seperti membuat tumpeng nasi kuning dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Anak-anak diajak untuk belajar tentang sejarah Nabi Muhammad dan mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah. Tumpeng nasi kuning hasil karya anak-anak kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
"Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air," tutup Kristantin. (rir/han)
Editor : Hany Akasah