Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pertama di Gresik, SMK PGRI 1 Gresik Luncurkan Program Konversi Sepeda Motor BBM ke Listrik

Riri Masfardian • Jumat, 28 Juni 2024 | 16:02 WIB
Inovasi : Bengkel SMK PGRI kini mampu mengkonversi Sepeda motor BBM ke listrik.
Inovasi : Bengkel SMK PGRI kini mampu mengkonversi Sepeda motor BBM ke listrik.

RADAR GRESIK - SMK PGRI 1 Gresik melaunching konversi sepeda motor BBM ke listrik, Kamis (27/6) di kampus B SMK PGRI. Program tersebut merupakan kerja sama antara SMK PGRI 1 Gresik dengan Kementerian ESDM, PT Petrokimia Gresik, dan PT Braja Elektrik.

Program ini memiliki berbagai tujuan mulai dari  mengurangi emisi gas buang, menghemat energi, serta dari sisi ekonomi. Dalam sinergi tersebut, SMK PGRI berperan sebagai pelaksana, dimana siswa SMK PGRI menjadi mekanik dan teknisi dengan memanfaatkan bengkel sekolah.

Pimpinan Yayasan YPLP PGRI Gresik Drs. H. Bisri S.Pd., M.Pd. menyambut baik program ini dan menyebutnya sebagai bentuk perhatian tinggi kepada SMK PGRI dari perusahaan.

“SMK PGRI merupakan sekolah swasta terbaik yang dipercayai masyarakat sekitar. Dengan sinergi dengan perusahaan, program konversi sepeda motor BBM ke listrik akan sangat mudah dilaksanakan,” pungkas Bisri.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setya Madjid menjelaskan bahwa kepedulian Petrokimia terhadap program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengguna sepeda motor BBM di Indonesia yang berdampak pada emisi gas buang dan polusi lingkungan.

“Petrokimia Gresik ingin berkontribusi dalam penanggulangan masalah tersebut dengan mendukung program konversi sepeda motor BBM ke listrik. Kami, Petrokimia akan turut andil memberikan bantuan guna mensukseskan program ini,” ujar Robby.

Staff Ahli Menteri ESDM Sri Peni Intan Cahyani menambahkan bahwa program konversi ini merupakan program pemerintah. DImana mengajak masyarakat sekitar agar dapat memanfaatkan konversi sepeda motor listrik secara gratis dengan menyediakan insentif senilai 10 juta rupiah.

“Kami dari kementrian ESDM menyediakan insentif sebesar 10 juta rupiah. Dengan kerjasama bersama perusahaan sekelas Petrokimia, akan memberikan tambahan insetif hingga 6 juta rupiah. Nilai tersebut cukup untuk merakit motor listrik,” pungkasnya.

Lebih lanjut, program ini program ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, karena konversi sepeda motor listrik dapat menghemat biaya bahan bakar. Selain itu, kebutuhan ke bengkel akan semakin berkurang karena program ini menyediakan garansi hingga dua tahun.

“Dengan memanfaatkan sepeda  motor listrik diharapkan dapat mengurangi impor BBM dan mewujudkan transisi energi. Pemerintah juga memiliki target pada tahun 2030 penggunaan sepeda motor listrik bisa tumbuh mencapai 5 persen,”imbuh Sri Peni.

Konversi sepeda motor ke listrik yang dibuat SMK PGRI Gresik mampu melaju dengan kecepatan mencapai 80 km/jam. Selain itu hanya membutuhkan waktu cukup 3 jam untuk mengisi baterai hingga penuh, yang mana cukup menempuh jarak 40km lebih.

Setiap sepeda motor yang di konversi akan mendapatkan sertifikat uji kelayakan jalan guna mengurus STNK kendaraan ke Ssamsat terdekat.

Tak hanya launching konversi sepeda motor BBM ke listrik, pada hari yang sama, SMK PGRI 1 Gresik juga menggelar Job Fair. Sebanyak tujuh perusahaan di Gresik hadir dalam Job Fair yang dibuka untuk para alumni. Hal ini sebagai wujud kepedulian SMK PGRI 1 Gresik terhadap anak didiknya dalam menggapai pekerjaan yang sesuai dengan passion siswa. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Kementrian ESDM #gresik #petrokimia #BBM #SMK PGRI 1 #Motor #Listrik