RADAR GRESIK-Tidak kurang dari 300 siswa yang terdiri dari siswa TK Islam Al Azhar 69 Semen Indonesia, SD Semen Gresik, SMP Semen Gresik, SMA Semen Gresik, SMK Semen Gresik, Polteksi, serta karyawan dan pengurus SIG Foundation turut memeriahkan tari remo massal di taman Bundaran GKB, Desa Randuagung Kebomas, Minggu (14/1).
Aksi memukau Sekolah dalam naungan Semen Indonesia Foundation tersebut menjadi persembahan luar biasa. Dimana mengambil peran dalam merajut tali persatuan di tengah pesona kebudayaan lokal yang kental.
Penanggung jawab acara Ita Ernawaty mengatakan, kegiatan itu lebih dari sekadar tarian, namun juga sebagai wujud apresiasi untuk memyambut Hari Ulang Tahun Gresik.
"Dipilihnya tari remo sebagai bentuk pelestarian kekayaan budaya Jawa Timur. Kami merajut kebersamaan melalui gerakan gemulai Tari Remo," terang Ita Ernawaty.
Sambutan apik dari warga dan pembawa acara membuat peserta semangat mengikuti koreografi memukau. Kehadiran beberapa warga menambah keceriaan dalam harmoni Tari Remo.
Ketua Semen Indonesia Foundation, Guntoro berharap kegiatan tersebut menjadi brand awarenessnya atas keberadaan TKIA69, SDSG, SMPSG, SMASG, SMKSG, dan Polteksi.
"Kegiatan ini untuk memupuk rasa cinta tanah air Indonesia dan seni budaya Nusantara bagi peserta didik di SIF. Mulai dari siswa TKIA 69 SI, SD SG, SMP SG, SMA SG, SMK SG dan politeknik Semen Indonesia," ujar Guntoro.
Tak dapat dipungkiri, sekolah dalam naungan Semen Indonesia Foundation berhasil menciptakan suasana tradisional begitu kuat. Perpaduan antara keelokan tari remo dan semangat komunalitas telah menghadirkan momen tak terlupakan, mengukir kenangan indah bagi semua yang menyaksikannya.
Kegiatan itu disambut antusias oleh masyarakat Gresik. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan dan memberikan dukungan bagi para penari. Wali siswa yang hadir juga sangat antusias. Selain menjadi warga turut mendokumentasikan kegiatan tersebut. (Mg1/han)