RADAR GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik terus mematangkan rencana penambahan rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri. Pasalnya, sejumlah SMPN tidak mampu menampung jumlah siswa di zonasinya.
Sekretaris Dispendik Pemkab Gresik, Herawan Eka Kusuma mengatakan rencana penambahan rombel ini diberlakukan kepada SMP negeri yang masih memiliki rombel rendah.
Sebab SMP negeri masih bisa memiliki hingga rombel maksimal yakni 10 rombel. “Kami manfaatkan karena banyak smp yang rombelnya belum maksimal. Yang sudah maksimal paling hanya beberapa smp saja,” ujar Herawan.
Baca Juga: Perbaiki Pengelolaan Keuangan Sekolah, Dispendik Gresik Ajukan Ranperda Pendanaan Pendidikan
Meski begitu, penambahan rombel ini juga perlu ketersediaan guru yang mencukupi.
Hal itu pun diakui Dispendik apabila akan terjadi kekurangan guru jika rombel dimaksimalkan. Namun Dispendik sedang menyiapkan skema untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kemarin sudah memanggi sekolah-sekolah untuk membahas rencana ini. Termasuk nanti fasilitas dan kebutuhan gurunya. Ini sekolah-sekolah juga sudah mulai melakukan persiapan-persiapan,” kata Herawan.
Baca Juga: Pendaftar Sekolah Negeri Membeludak, Dispendik Gresik Maksimalkan Rombel SMPN Wilayah Perkotaan
Dikatakan, untuk menunjang penambahan rombe tersebut, Dispendik memiliki skema guru model paralel.
Sebab kekurangan guru tidak berlaku di semua sekolah jika rombel ditambah. “Tapi ini untuk sementara, sambil jalan tentunya kebutuhan guru bertahap akan dipenuhi,” imbuh Herawan.
Pihaknya juga sedang melakukan perhitungan jumlah kebutuhan guru untuk penambahan rombel tersebut. Data pokok pendidikan (dapodik) juga sudah disiapkan.
“Rencana ini tinggal menunggu DPRD kemudian minta persetujuan pusat,” kata Herawan.
Perlu diketahui, rencana penambahan rombel ini untuk memenuhi kebutuhan sekolah negeri terharap siswa lulusan SD.
Namun untuk membangun unit sekolah baru, Dispendik menganggap cukup sulit. Yang paling memungkinkan yakni menambah rombel.
Baca Juga: Gandeng Inspektorat dan Polisi, Dispendik Gresik Cegah Pungli dan Korupsi di Sekolah
Menurutnya, penambahan rombel ini tidak mempengaruhi sekolah swasta. Mengingat segmentasi pendaftar smp negeri dan swasta di wilayah kota berbeda.
Penambahan rombel ini menindaklanjuti evaluasi PPDB tahun 2023 dimana banyak siswa yang tidak masuk sekolah negeri.
“Kalau nambah sekolah baru prosesnya panjang, termasuk lahan. Ini kami coba memaksimalkan jumlah 11 rombel,” pungkas Herawan. (rof)
Editor : Hany Akasah