Data yang dirilis Kominfo Gresik melalui akun Instagram @pemkabgresik menyebut 4,83 persen dari total penduduk sudah berpendidikan Diploma 4/Sarjana S-1. Ini jika dihitung total termasuk anak belum usia sekolah. Tapi jika dihitung berdasarkan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas dan tingkat pendidikan tertinggi pada tahun 2022, sebanyak 10,33 persen berpendidikan Perguruan Tinggi. Lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur di angka 8,42 persen.
Di satu sisi, persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang masih tidak punya ijazah sebesar 10,27 persen. Meski ini relatif lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur di kisaran 19,71 persen, namun tetap menjadi perhatian serius Pemkab Gresik.
baca juga: Kado Hardiknas 2023, Capaian Kinerja Pendidikan di Gresik Tinggi
Salah satu penanganannya adalah dengan implementasi Program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah). Program ini diinisiasi tim penggerak PKK bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPPA, Dinas Kominfo dan Dinas Sosial. Program Jaketku memberikan layanan kejar paket sesuai dengan tingkat Pendidikan terakhirnya yang terputus, sampai proses ujian untuk mendapatkan ijazah. Peserta didik menjalani kegiatan belajar di pusat UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) secara gratis.
Melalui program ini, Anak Putus Sekolah, Anak yang Belum Sempat Sekolah, dan Masyarakat dewasa yang belum pernah sekolah bisa mendapatkan ijazah melalui Pendidikan Kesetaraan. Ada satu UPT SKB dan 11 PKBM yang dilibatkan sebagai mitra Jaketku. Satu SKB di Kecamatan Cerme, sedangkan untuk PKBM tersebar di beberapa kecamatan baik di Gresik Kota, Utara, dan Selatan.
Kepala Dispendik Gresik S Hariyanto mengatakan Program Jaketku tahun 2022 telah mengover sebanyak 2.495 peserta didik dengan anggaran Rp776 juta. Jumlah ini hampir separuh dari total Warga Putus Sekolah sebanyak 5.032 orang. "Tahun ini kami menaikkan anggaran menjadi Rp 717 juta untuk program Jaketku. Dan tahun 2024 mendatang, disiapkan anggaran Rp 785 juta," ujarnya.
Ia menambahkan, ada tiga paket belajar yang disiapkan. Yakni, paket A untuk kesetaraan tingkat SD, paket B untuk kesetaraan tingkat SMP dan paket C untuk kesetaraan tingkat SMA. "Semuanya gratis melalui anggaran pemerintah," imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah