Kondisi ini mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Kemarin, Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma mendatangi langsung sekolah SMPN 33. Kedatangnya untuk melihat kondisi sekolah. “Saya juga kaget, saat ditanya kepseknya terkait lanjutan pembangunan SMPN 33. Saya tidak tahu kalau sekolah tersebut ternyata pembangunannya belum selesai,” terangnya.
Baca juga : Pembangunan SMPN 34 Gresik Capai 95 Persen
Seharusnya pembangunannya SMPN 33 segera dilanjutkan. Karena kalau tidak pasti gedung yang sudah ada akan rusak. “Karena desainnya lantai dua, kalau lama dibiarkan lantai satu atap betonnya yang akan rusak. Makanya saya datang kesini untuk melihat langsung kondisinya,” kata dia.
Ia menambahkan, karena APBD 2023 sudah berjalan, dalam perubahan APBD nanti akan mengusulkan anggarannya. Meskipun kecil, yang penting harus dilanjutkan. “Secara bertahap kami akan selesaikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 33 Sulaiman mengatakan memang banyak ruang kelas yang atap betonnya mulai merembes saat hujan. Selain itu, juga mulai banyak ruangan kelas yang temboknya retak-retak. “Sementara kami melakukan penambalan apa adanya,” ujarnya saat menemui Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Herawan Eka Kusuma yang datang melihat kondisi sekolah.
Baca juga : Rehab Tak Kunjung Usai, Dispendik Blacklist Kontraktor SMPN 24
Dikatakan, bocornya atap beton lantaran pembangunan yang berhenti. Karena seharusnya bangunannya lantai dua. “Jadi atap beton tidak didesain untuk menahan air. Tapi akan dilanjutkan untuk lantai dua. Tapi sampai sekarang tidak ada anggaranya. Makanya mulai merembes,” ungkap dia. (rof) Editor : Hany Akasah