Tak hanya warga sekolah, komite, pegawai Puskesmas Wringinanom, hingga perangkat desa setempat turut memeriahkan kegiatan tersebut. Diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang dikemas sebagai wujud cinta kebersihan lingkungan.
Kepala UPT SMP Negeri 26 Mahmudiono mengaku selain para siswa juga hadir perangkat desa dan pegawai puskesmas. "Kami adakan lomba melukis di telenan dengan tema cinta lingkungan, sebagian lagi ada yang melukis tembok pagar sekolah dengan berbagai seruan ajakan peduli lingkungan," tuturnya.
Selain kegiatan tersebut, Kepala SMP Negeri 26 Gresik juga mengajak para guru, komite, kepala puskesmas, dan kepala desa untuk menanam pohon di sekeliling lapangan sekolah. Menurutnya kebersamaan semua pihak, dari guru, karyawan, komite, warga, dan instansi lain menjadi kunci dalam menciptakan kenyamanan di sekolah.
"Ini merupakan salah satu wujud kepedulian para guru, komite, dan warga sekitar terhadap masa depan anak didik. Dimana beberapa tahun kedepan pohon yang ditanam akan tumbuh tinggi menjulang dan mengayomi anak-anak kita," pungkasnya.
Sekolah yang terletak tak jauh dari perbatasan Kabupaten Mojokerto ini juga tampil cantik dengan berbagai pembangunan dan nuansa baru, sehingga terasa sangat nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
"Sekolah harus menjadi teman yang nyaman bagi peserta didik, belajar dan bermain," imbuh Mahmudiono.
Perlu diketahui, Mahmudiono sendiri baru beradaptasi di lingkungan UPT SMP Negeri 26 Gresik, sebelumnya dirinya mengabdi sebagai waka kesiswaan dan guru di SMPN 2 Gresik. (*/han) Editor : Hany Akasah