Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Warga Sukodono Panceng Gresik Mulai Budidaya Lalat Maggot

Hany Akasah • Selasa, 22 Februari 2022 | 14:00 WIB
Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)  Gelar Bakti Sosial di Sukodono Panceng, Berdayakan Warga Sukodono untuk Budidaya Maggot. (Rir/Radar Gresik)
Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Gelar Bakti Sosial di Sukodono Panceng, Berdayakan Warga Sukodono untuk Budidaya Maggot. (Rir/Radar Gresik)
GRESIK - Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar bakti sosial mengamalkan kembali salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan mengusung tema “Aksi Aktualisasi Sosial Untuk Kesejahteraan Masyarakat” , kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 11 hingga 13 Februari 2022 di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Kegiatan dimulai dengan Sosialisasi UMKM dan pelatihan Digital Marketing oleh dosen UMG Hidayat. Para pesertanya adalah sejumlah perangkat desa, pemuda, dan warga lokal Desa Sukodono.

“ Pada kegiatan ini, kita fokus menitikberatkan materi terkait pentingnya paham tentang digitalisasi pemasaran produk agar warga dan pemuda dapat mengetahui bagaimana cara memasarkan produknya di era seperti saat ini,” ketua pelaksana Taraz Atillah.

Yang menarik lagi, kegiatan itu diisi materi tentang budidaya lalat maggot. Pembudidaya Magot Fathurrahman S mengatakan,  lalat BSF banyak manfaatnya, dari setiap telur, kotoran hingga minyak dari lalat dimanfaatkan.  Beberapa pemuda dan warga juga komitmen menggembangkan bisnis budidaya maggot.

“Magot Lalat BSF ini selain untuk pengurai sampah organik, protein segarnya juga bermanfaat banyak untuk pakan ternak warga ” Imbuhnya.

Lalat BSF dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan warga desa. Negara pengeskpor terbesar dari magot  ada beberapa negara yaitu Belanda, Amerika, Inggris, India dan Tiongkok.

Hari kedua ditutup dengan adanya kegiatan doa bersama dan juga santunan kepada Anak Yatim dan warga kurang mampu, pengecatan lapangan voli. Dilanjut, dengan prosesi penutupan Kepala Desa Sukodono Ahmad Agam Prastiyo.

Ketua HMTI Wildan Pradana menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari berbagai pihak termasuk izin atas terselenggaranya kegiatan ini dan terus menjaga semangat apapun kondisinya. “Edukasi yang telah diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi masyarakat maupun untuk mahasiswa sendiri, yaitu dengan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah berlangsung,” kata Wildan. (*/han) Editor : Hany Akasah
#lalat maggot #Sukodono Panceng #gresik #UMKM #Budidaya Maggot #universitas muhammadiyah gresik #umg