Wabup Gresik, Aminatun Habibah mengungkapkan, bahwa langkah SMA NU 1 Gresik sangat inspiratif. Hal ini patut ditiru sekolah lainnya di Kabupaten Gresik untuk memperkuat perlindungan anak terutama pelajar dan santri di Kabupaten Gresik.
Sehingga bisa menciptakan pergaulan yang cerdas, sehat dan berkarakter. "Ini harus di ditiru sama sekolah lainnya di Kabupaten Gresik untuk memperkuat perlindungan anak terutama pelajar dan santri di Kabupaten Gresik menciptakan pergaulan yang cerdas, sehat dan berkarakter,"jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA NU 1 Gresik, Drs. H. Agus Syamsudin, M.A menyatakan, deklarasi Roots Day dan pembentukan agen perubahan anti bullying di SMANUSA ini dalam rangka implementasi Kabupaten Gresik sebagai penobatan Kabupaten Layak Anak yang diraih Pemerintah (Pemkab) Gresik Juli 2021 lalu dari Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak. "Iya pembentukan agen perubahan anti bullying di SMANUSA Gresik," kata Agus.
Selain dihadiri wabup kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Gresik, Ketua PC LP Ma'arif NU Gresik, Kepala Dinas KB PP PA, Camat Gresik, Lurah Bedilan dan kepala SMP/MTs se Kecamatan Gresik dan Kebomas.
Dalam rangkaian kegiatan itu, para siswa menunjukkan kreativitasnya mulai dari pertunjukan musik gamelan dan hadrah, seni tari, panjat tebing, paskibra, pameran mini tentang sejarah, teater dan orkestra. Kreasi itu membuat suasana kegiatan semakin ekspresif. (*/rof) Editor : Hany Akasah