RADAR GRESIK – Sebanyak 32 tim sepak bola dari sekolah sepak bola (SSB), komunitas pecinta sepak bola, hingga para pemain legend ambil bagian dalam turnamen penalty kick piala Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik.
Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus HUT ke-3 Gelora Akor Muda Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik, Minggu (9/8).
Dalam pertandingan yang menerapkan sistem gugur ini, format dibuat berbeda dari laga sepak bola pada umumnya. Para peserta tidak menjalani laga penuh 90 menit, melainkan beradu ketepatan merobek jala lawan melalui eksekusi tendangan penalti.
Baca Juga: Mampu Dongkrak PAD dan Buka Lapangan Kerja, DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Aset Kelurahan
Persaingan semakin sengit saat kompetisi memasuki babak delapan besar. Salah satu laga sengit mempertemukan Tim Setwan DPRD Gresik melawan Tim Apotek 92. Dalam duel adu penalti tersebut, Apotek 92 berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 dan berhak melaju ke babak berikutnya.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi para pecinta sepak bola untuk tetap aktif berkompetisi dalam suasana yang aman dan kondusif.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus HUT ke-3 Gelora Akor Muda Desa Domas. Kami menyelenggarakan turnamen penalty kick yang diikuti SSB, komunitas, maupun legend sepak bola di Kabupaten Gresik,” kata Mujid.
Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi. Antusiasme itu terbukti dari banyaknya pendaftar yang masuk ke meja panitia.
“Dari 40 pendaftar, akhirnya kami ambil 32 tim. Pertandingan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan menggunakan sistem gugur. Sekarang sudah masuk delapan besar,” ucapnya.
Politisi PDIP Gresik tersebut menjelaskan bahwa format penalty kick dipilih sebagai langkah awal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama turnamen. Mengingat, pertandingan sepak bola konvensional kerap memiliki potensi gesekan antar pemain yang cukup tinggi.
Baca Juga: Cetak Lulusan SMK Pesantren Siap Kerja, Pemkab Gresik dan Menko PM Gandeng BAZNAS RI
“Ini adu penalti karena untuk menjaga keamanan dan ketentraman. Kalau sepak bola rata-rata gesekannya luar biasa. Untuk tahap awal kami selenggarakan penalty kick dulu. Kalau situasi aman dan kondusif, insyaallah ke depan kami akan menggelar turnamen resmi dengan berkoordinasi bersama PSSI Kabupaten Gresik,” jelasnya.
Peserta turnamen ini pun tidak hanya berasal dari wilayah Gresik. Komunitas dan SSB dari luar daerah turut meramaikan kompetisi, seperti peserta dari Pakal, Surabaya.
Sementara dari lokal Gresik diwarnai kehadiran tim Komunitas Legend Gresik A dan B, Nusa Gembilang, hingga tuan rumah Akor Muda. Kehadiran kombinasi pemain muda dan senior menjadikan event ini ajang perebutan juara sekaligus wadah mempererat persaudaraan.
Baca Juga: Mesin Perahu Sempat Trouble, Wakil Ketua DPRD Gresik Pastikan Pasokan Oksigen RSUD Umar Mas'ud Aman
Langkah ini juga menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap perkembangan sepak bola di Kabupaten Gresik yang dinilai membutuhkan wadah kompetisi berkelanjutan. Mujid menambahkan bahwa DPRD Gresik sebelumnya juga telah mendorong pembentukan kompetisi Swaliga Kabupaten Gresik yang akan kembali digulirkan.
“Ini adalah ajang silaturahmi para penggemar sepak bola di Kabupaten Gresik. Kami juga peduli terhadap sepak bola Gresik. Dengan banyaknya SSB yang ada, mereka perlu wadah untuk berkompetisi,” ucapnya.
Pihaknya berharap turnamen ini terus berlanjut. Bahkan jika respons masyarakat terus positif, kuota peserta dan total hadiah akan ditingkatkan pada gelaran mendatang.
“Ke depan hadiah akan kami perbesar. Peserta juga bisa ditingkatkan menjadi 48 tim. Kemarin ada 40 tim yang mendaftar, tetapi untuk tahap awal kami ambil 32 tim,” tuturnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen ini.
“Semoga turnamen ini akan terus berlanjut dan menjadi wadah untuk generasi muda sepak bola kedepannya,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik