RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gresik secara resmi mulai mematangkan cetak biru kompetisi olahraga akbar di tingkat daerah. Langkah ini diwujudkan melalui rencana gelaran Bupati Cup 2026 yang diproyeksikan sebagai panggung seleksi makro sekaligus ajang penjaringan bibit atlet muda potensial di tingkat akar rumput.
Berdasarkan linimasa yang telah disusun, turnamen bergengsi antar-wilayah ini dijadwalkan bakal bergulir secara maraton mulai tanggal 20 Juli hingga bulan Agustus 2026 mendatang.
Guna menjaring talenta secara masif, manajemen kompetisi sepakat untuk membatasi ruang perlombaan pada empat cabang olahraga (cabor) unggulan. Koordinator Pertandingan Bupati Cup 2026 yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Prestasi KONI Gresik, Dandik Suwandi, memaparkan bahwa penunjukan empat cabor tersebut didasarkan pada tingginya indikator partisipasi publik serta rekam jejak historis Kabupaten Gresik dalam mencetak dekorasi prestasi di level regional.
Baca Juga: Gandeng Mahasiswa UMG, Rutan Gresik Bekali Warga Binaan Keterampilan Budidaya Lele
Empat cabang olahraga yang akan resmi dipertandingkan dalam edisi kali ini meliputi sepak bola, bola voli, futsal, dan pencak silat. Guna mengakomodir jalannya kompetisi, panitia penyelenggara telah memetakan klasterisasi lokasi pertandingan secara terpisah.
Untuk klaster cabor futsal, bola voli, dan pencak silat akan dipusatkan sepenuhnya di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Sementara itu, untuk klaster pertandingan sepak bola luar ruangan akan menggunakan fasilitas Lapangan Banjarsari dan Stadion Semen Gresik.
Dandik Suwandi menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan ajang dua tahunan yang kini memasuki edisi ketiga sejak dirintis pada tahun 2022 lalu ini adalah murni untuk kepentingan regenerasi atlet jangka panjang.
Baca Juga: Sasar Sopir dan Panti Asuhan, Satlantas Polres Gresik Gelar Aksi Humanis Polantas Menyapa
Berbeda dengan turnamen reguler yang mempertemukan bendera klub, Bupati Cup 2026 secara ketat menerapkan sistem perwakilan wilayah administrasi kecamatan.
“Tujuan utamanya adalah merekrut dan menyeleksi atlet-atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan di Surabaya yang rencananya digelar pada Juni hingga Juli 2027. Muaranya memang ke sana. Event ini menjadi salah satu sarana seleksi pemain. Kami memang ingin mewadahi anak-anak muda di Kabupaten Gresik. Pesertanya nanti antar-kecamatan bukan antar-klub, supaya semua wilayah bisa terkaver. Bahkan wilayah kepulauan seperti Bawean juga dikonfirmasi akan ikut mengirimkan delegasi terbaiknya,” urai Dandik Suwandi saat memaparkan hasil rapat persiapan teknis.
Langkah akselerasi penjaringan yang dilakukan hampir setahun sebelum pelaksanaan Porprov Jatim 2027 di Surabaya ini dinilai sebagai keputusan taktis yang rasional. Mengacu pada catatan perolehan medali pada Porprov Jawa Timur edisi sebelumnya di Malang Raya, kontingen Kabupaten Gresik berhasil menempati posisi keenam dalam klasemen akhir. Menatap sisa waktu yang ada, kepala daerah menginstruksikan adanya peningkatan target posisi di papan atas.
“Tahun depan Pak Bupati menargetkan kita masuk lima besar. Karena waktunya tinggal kurang dari satu tahun, maka persiapannya harus dilakukan lebih dini agar pembentukan kerangka tim didelegasikan secara matang,” tambah Dandik menjelaskan urgensi program kerja KONI.
Guna mengunci konsistensi performa para atlet pasca-Bupati Cup, KONI Gresik juga memastikan bahwa skema pembinaan akan dilanjutkan melalui program monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala ke seluruh pengurus cabang olahraga.
Langkah pengawasan melekat ini telah berjalan secara kontinu, termasuk dengan mengawal langsung kiprah atlet lokal dalam kejuaraan tingkat provinsi baru-baru ini seperti Kejurprov gulat di Mojokerto hingga cabor ketahanan fisik triathlon, demi memastikan kesiapan fisik dan mental atlet Gresik berada dalam kondisi puncak. (jar/han)
Editor : Hany Akasah