Salah satu pemain yang akhirnya mendapatkan haknya adalah David Faristian. Pemain asli Gresik mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang sudah membantu memuluskan jalan dalam menerima hak. "Alhamdulilah membuahkan hasil di tahun 2022 ini melalui manajemen Gresik United yang baru. Kami selaku pemain juga mengucapkan terima kasih juga manajemen yang baru ini. Sudah mempunyai itikad baik dan membuka hati mau menyelesaikan masalah di tahun 2017," ujar David.
David menuturkan jumlah pemain waktu itu kurang lebih 27 pemain, termasuk pemain asing. Hak pemain asing sudah selesai terlebih dahulu, karena jika berlarut-larut akan bermasalah dengan FIFA. Kemudian ada beberapa pemain punya kesepakatan tersendiri dengan tidak menagih dan tidak menuntut gaji. Total hanya 22 pemain yang mengadu ke APPI pada tahun 2017. Termasuk tiga pemain asal Gresik David Faristian, Loudry Setiawan dan Agus Indra yang kini menjabat asisten pelatih Gresik United.
Manager Operasional Gresik United Thoriqi Fajrin atau yang sering dipanggil Kaji Riki menuturkan kasus tunggakan gaji pemain Persegres Gresik United, nama waktu Liga 1 2017 yang belum beres. Pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan tersebut. “Manajemen yang baru sudah berkomitmen melunasi itu semua sebagai persyaratan aturan dari Liga Indonesia Baru,” tuturnya.
Baca juga : Jelang Liga II, Gomes de Oliviera Jadi Manager Gresik United
Permasalahan ini mencuat lanjut dia, saat Persegres (Gresik United) mengikuti kompetisi Liga 1 musim 2017-2018. Saat itu, manajemen lama dengan bendera PT Persegres Joko Samudro meninggalkan hutang gaji pemain yang belum beres. Bahkan, persoalan ini sampai ke ‘meja hijau’, atau Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Gresik.(yud/han) Editor : Hany Akasah