RADAR GRESIK - Ayla Shofi, perempuan asal Gresik, membuktikan bahwa bisnis dari Indonesia mampu menembus batas negara. Ia berhasil membangun AVISTA, perusahaan visa dan travel yang kini ia kelola dari Inggris, tempat tinggalnya saat ini. Dari sana, ia melayani klien dari berbagai belahan dunia, mulai dari Indonesia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, sejumlah negara Uni Eropa, hingga Ghana.
Gagasan mendirikan AVISTA muncul pada 2022. Saat pertama kali berkunjung ke Inggris sebagai wisatawan, Ayla melihat besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan pendampingan dalam mengurus visa dan perjalanan internasional.
Jalan Ayla menuju perusahaan global ini tidak instan. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi dokter, tetapi kendala biaya membuatnya tak bisa menempuh kuliah di bidang tersebut. Ia kemudian memilih jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2019 dan lulus pada Mei 2023.
Baca Juga: Lia Istifhama Serap Aspirasi Perempuan Muda di Dunia Politik, Gandeng Mahasiswa UNESA
Pengalaman internasionalnya terasah melalui sejumlah kesempatan penting. Ia pernah magang di KJRI Johor Bahru, Malaysia, pada 2022, lalu terpilih sebagai Guest Operations di Piala Dunia FIFA U-17 2023 di antara ribuan pendaftar dari seluruh dunia.
Dari pengalaman tersebut, ia berkesempatan bertemu sejumlah tokoh penting, antara lain Presiden Prabowo Subianto, mantan Presiden Joko Widodo, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menpora Erick Thohir.
Pencapaian ini turut menarik perhatian almamaternya. Pada 9 September 2026, Ayla diundang langsung oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., bersama jajaran pimpinan kampus di Birmingham, Inggris. Dalam pertemuan itu, ia berbagi pengalaman selama mengelola AVISTA.
Untuk memperluas jangkauan bisnisnya, AVISTA kini membuka program magang bagi anak-anak muda Indonesia, agar mereka bisa mendapatkan paparan langsung di industri global.
Ke depan, Ayla menargetkan kolaborasi yang lebih luas, kemitraan strategis, investasi, hingga program open trip ke berbagai negara Eropa. Ia berharap langkah-langkah itu dapat membawa lebih banyak peluang bisnis kembali ke Gresik, tanah kelahirannya.
“Saya ingin membuktikan bahwa dari Gresik pun kita bisa membangun sesuatu yang punya jangkauan internasional,” ujar Ayla. Menurutnya, keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih sukses di kancah dunia.
Ia juga menitipkan pesan bagi generasi muda Indonesia agar terus mengembangkan diri. “Jangan berhenti belajar. Bangun relasi yang baik, berani keluar dari zona nyaman, dan beri diri sendiri kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru,” pungkasnya. (nov/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik