Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pengabdian Tanpa Batas, Tak Hanya Sebagai Pendidik di Kota Gresik, Berikut Peran Siti Sa'adah dalam Berbagai Kegiatan Sosial

Riri Masfardian • Selasa, 8 Oktober 2024 | 16:23 WIB
Siti Sa
Siti Sa

RADAR GRESIK - Sebagai seorang guru, Siti Saadah, 44 tahun, tidak hanya dikenal sebagai pendidik di lembaga formal dan TPQ, namun sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain mengajar, Saadah menyumbangkan waktu dan tenaganya untuk mengurus berbagai organisasi, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Salah satu kesibukan unik yang ia tekuni adalah sebagai pengurus qasidah rebana Lesqib di Kabupaten Gresik.

Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai koordinator bidang pengajian muslimat di Masjid Agung Gresik, pengurus PKK Desa Kembangan, pengurus FKPQ Kecamatan Kebomas, pengurus muslimat NU PAC Kebomas, Ketua muslimat ranting Kembangan, dan pengurus LAZISNU Desa Kembangan.

Sebagai koordinator bidang pengajian muslimat di Masjid Agung Gresik, Saadah berperan penting dalam menyiapkan acara pengajian rutin yang diselenggarakan setiap bulan.

Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan santunan anak yatim.

"Saya merasa terpanggil untuk menyiarkan Islam melalui majelis taklim. Masjid Agung Gresik adalah tempat yang strategis untuk menebarkan kebaikan," ujar Ibu Saadah.

Menjadi seorang guru dan pengurus berbagai organisasi tentu tidaklah mudah. Sa'adah mengakui bahwa ia seringkali harus mengorbankan waktu mengajar dan waktu bersama keluarga.

Namun, semua pengorbanan itu terbayar lunas dengan kepuasan batin yang ia rasakan.

Selama bertugas, Saadah memiliki banyak pengalaman menarik. Salah satunya adalah saat mengikuti kegiatan naik odong-odong keliling kota bersama santri cilik dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan salah satu yayasan.

"Pengalaman naik odong-odong itu sangat menyenangkan. Anak-anak sangat antusias dan senang. Saya merasa seperti kembali ke masa kecil," kenang Sa'adah.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti kegiatan tadabbur alam ke Solo dan mengunjungi air terjun Jolotundo pada dini hari.

Meskipun perjalanan cukup menegangkan, pengalaman tersebut memberikan kesan yang mendalam baginya.

Saadah berharap agar muslimat Masjid Agung Gresik dapat semakin baik dalam menjalankan program-programnya. Ia juga ingin agar semakin banyak perempuan yang aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

"Saya ingin muslimat menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga kita semua bisa terus belajar dan berbagi ilmu," pungkasnya.(rir/han)

Editor : Hany Akasah
#muslimat #Saadah #kegiatan sosial #Pengajian #gresik #NU #kebomas #kembangan