RADAR GRESIK-Sebagai seorang dosen merupakan salah satu profesi yang memiliki banyak tantangan dalam mengantarkan mahasiswa mencapai tujuan dalam belajar.
Seperti Sutrisno Adi Prayitno, dosen dan ketua prodi Teknologi Pangan UMG, mendedikasikan dirinya untuk mengantarkan mahasiswa mencapai tujuan belajar dengan penuh semangat dan inovasi.
Di tengah tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi, Adi terus berinovasi dalam program pembelajarannya. Salah satu program inovatifnya adalah program pengembangan ilmu dan minat bidang teknologi pangan.
"Program ini fokus pada produksi dan trial makanan dan minuman, pangan fungsional, dan herbal, dengan tujuan menghasilkan pangan sehat yang bisa diproduksi secara mandiri," terangnya.
Menurutnya, program teknologi pengan diinisiasi karena unit usaha di SMK Muhammadiyah 3 Gresik belum memiliki standar dalam sistem pengemasan pangan yang dipersyaratkan dalam peraturan pangan.
"Melalui program ini, saya beserta tim memberikan pemahaman tentang proses produksi, manajemen, keamanan pangan, dan pemasaran kepada unit usaha tersebut," ujar Sutrisno.
Selain itu, program ini juga membekali mahasiswa dengan teori dan aplikasi berwirausaha di bidang makanan. Hal ini penting karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang selalu dicari.
Bagi Sutrisno, kebanggaan terbesar dalam menjalankan profesinya adalah dapat memberikan dan menyampaikan ilmu sesuai bidangnya.
Dedikasi dan inovasinya dalam program pembelajaran teknologi pangan menjadi inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang di era digital ini.
"Saya juga merasa senang dapat dekat dengan mahasiswa selayaknya keluarga sendiri," pungkas pria 38 tahun ini. (rir/han)
Editor : Hany Akasah