RADAR GRESIK - Siti Muniro berkomitmen menyiapkan siswa yang unggul dan berkompetensi sehingga siap kerja. Sejak menjabat sebagai kepala SMA Sunan Giri Menganti pada tahun 2017, dirinya telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan komitmen tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan l adalah menjalin kerjasama dengan dunia industri melalui program magang.
"Melalui program ini, siswa SMA Sunan Giri Menganti berkesempatan untuk belajar dan praktik langsung di dunia industri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dan mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja," ungkap Siti Muniro.
SMA Sunan Giri Menganti menerapkan sekolah double track, yaitu sistem pendidikan yang menggabungkan antara pendidikan akademik dan pendidikan vokasi. Sistem itu bertujuan menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun siap terjun ke dunia kerja.
Pada awalnya, SMA Sunan Giri Menganti hanya menawarkan program vokasi di bidang tata busana, tata boga, desain batik, dan tata rias. Seiring perkembangannya, SMA Sunan Giri Menganti mengembangkan program vokasi di bidang teknik, yaitu listrik tenaga surya, motor listrik, serta sablon digital.
" Banyak produk unggulan yang di produksi siswa SMA Sunan Giri Menganti, seperti pin dan batik tulis, sudah mulai dipesan oleh masyarakat," tutur Siti Muniro.
Dalam bidang akademik, SMA Sunan Giri Menganti menunjukkan prestasi yang baik. Pada tahun 2023, sebanyak 23 persen siswa SMA Sunan Giri Menganti diterima di perguruan tinggi negeri.
“Targetnya SMA Sunan Giri Menganti untuk tahun depan adalah sebesar 40 persen,” pungkas Siti Muniro. (rir/han)
Editor : Hany Akasah