GRESIK - Sektor usaha coffee shop di Kabupaten Gresik tumbuh subur. Meskipun di Gresik terdapat ribuan warung kopi, namun usaha Coffee Shop tetap eksis dan terus bertambah hingga saat ini.
Nah, agar usaha coffee shop kota wali tidak stagnan, Bryan Rahman, 27, alumnus SMK PGRI Gresik bersama teman-temannya menginisiatori berdirnya Grisse Kopi Culture.
Organisasi yang berdiri pada tahun 2021 itu merupakan perkumpulan para barista Coffee Shop Gresik.
Melalui organisasi Grisse Kopi Culture para barista tidak hanya saling berdiskusi tentang bagaimana menghadirkan kopi yang memiliki rasa otentik, melainkan juga meningkatkan skill dalam menghias kopi atau yang familiar disebut Latte Art.
"Grisse Kopi Culture sudah menggelar beberapa kegiatan mulai dari kompetisi Latte Art hingga pelatihan Sensori atau mencicipi kopi. Tujuan dari kegiatan tersebut selain meningkatkan skill para barista juga sekaligus agar usaha Coffee Shop bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan," kata Bryan.
Bryan menuturkan, awal mula terbentuknya Grisse Kopi Culture berangkat dari keresahan dunia Coffee Shop yang terdampak imbas PPKM dan jam malam pada saat Covid gelombang ke II.
Kala itu, usaha Coffee Shop tidak hanya meredup bahkan sebagian ada yang gulung tikar.
"Saat awal dibentuk kami menggelar kegiatan rutin dengan Roadshow ke antar Coffee Shop dan membuat snapgram agar bisa saling support. Ke depan kami berharap anggota Grisse Kopi Culture terus bertambah banyak seiring dengan perkembangan Kabupaten Gresik," tandas barista Turbean Space itu. (fir/han)
Editor : Hany Akasah