GRESIK - Untuk menjaga entitas Pesantren Salafiyah Ponpes Zainal Abidin Gresik, Ahmad Rifqi Badruzzaman berusaha membuat kesederhanaan dalam segi infrastruktur bangunan maupun metode pembelajaran yang ada di dunia pondok pesantren (Ponpes).
"Selama ratusan tahun lamanya, para kiai dengan sukarela dan keikhlasannya mengajarkan berbagai ilmu kepada para santri. Sehingga membentuk karakter kepribadian muslim yang mampu mengkombinasikan nilai agama dengan budaya yang ada di Nusantara, " ujarnya.
Gus Rifki sapaan akrabnya juga menjelaskan perkembangan sistem pendidikan formal dan kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri pondok pesantren (Ponpes).
Hal itu supaya bisa tetap merawat pendidikan ilmu agama melalui ngaji kitab-kitab kuning karya para mushonif (penulis) yang menjadi ciri khas dakwah pesantren salaf di Indonesia.
"Pondok tetap menerapkan serangkaian kegiatan mulai mengkaji kitab-kitab kuning di madrasah diniyah (madin), sorogan, dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstra seperti latihan banjari dan lainnya. Meski mayoritas santri juga menempuh pendidikan formal, " jelasnya.
Menurutnya, pendidikan salaf sangatlah penting untuk tetap dijaga dalam hal mendidik para santri. " Agar nantinya mereka tidak hanya mampu bersaing dalam bidang pendidikan dan teknologi, tetapi tetap mengedepankan akhlakul karimah dan sifat tadhim terhadap orang tua maupun para guru dan ulama terdahulu," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah