Sepanjang hidupnya, praktis dihabiskan untuk ikut menjaga nilai-nilai seni dan budaya kearifan lokal. Perempuan yang akrab disapa Uyun itu dulunya seorang guru. Dia menekuni seni sejak SMP. Sudah kerap pentas ke sana kemari. Pada 1975, dia bergabung dengan grup teater SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Setelah lulus, Uyun mengajar seni di SD Muhammadiyah 2 Gresik.
Kecintaannya pada dunia seni semakin terpupuk. Meski usidnya sudah tak lagi muda. Spirit Uyun tidak hilang. Uyun juga aktif mengabdi dan menebarkan ilmu di beberapa lembaga. Mulai di sekolah, PW Muhammadiyah, Aisyiyah, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. “Saat ini saya menjadi koordinator seni budaya dan pemuda MUI Gresik,” kata Uyun.
Salah satu upaya yang akan dilakukannnya yakni membina para seniman maupun pemusik jalanan di Kabupaten Gresik. Para seniman jalanan ini akan dibina MUI dengan harapan bisa hidup mandiri. “Kami masih koordinasi dan akan mengangkat musik jalanan sehingga para seniman jalanan ini bisa lebih mandiri ke depannya,” kata Uyun. (rir/han) Editor : Hany Akasah