Pria yang akrab disapa Mihwan itu menyebut pendidikannya di Lemhanas kali ini banyak membahas tentang pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan. Yang menambah antusiasme selama mengikuti pendidika diantaranya dia mendapatkan banyak rekan baru dari lintas suku dan budaya, beragam agama dan keyakinan dan berbagai corak motif karakter, serta berbagai versi keahlian dan pandangan.
"Di Lemhanas kami bukan untuk disatukan, tapi diselaraskan untuk bersama membangun dan menyebarluaskan paham wawasan kebangsaan melalui empat konsensus dasar bangsa; Pancasila, UUD45, Sesanti Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,"ujarnya.
Meskipun banyak tugas, tapi dia dan rekan-rekannya mengaku senang, bahkan tidak mengeluh walau kadang tidur mendekati waktu subuh.
"Orang sering menganggap kalau di Lemhanas cuman belajar Pancasila. Padahal materi Pancasila dan 3 konsensus lain (UUD 45, Sesanti Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) disini sudah mengejawantah, sudah implementatif, jadi nggak kayak belajar PPKN/Kewiraan jaman dulu. Di sini siswa diajari banyak hal dengan banyak spektrum. Materinya sudah turun ke ranah yang lebih praksis," pungkasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah