”Saya berpikir kalau hanya segini (anggaran DD Rp 150 juta,red) kapan majunya (desa red,). Maka saya mengajukan CSR (corporate social responsibility) ke Pertamina Hulu Energy (PHE),” kata Djuli.
Dipaparknya, supaya desa mendapatkan pemasukan atau lebih dari Rp 1 miliar. Asfug kembali meminta support kepada perusahaan dengan vendor Pengusaha Kena Pajak (PKP) dari yang sebelumnya masuk proyek vendor non PKP
Diakui, dengan dana APBD senilai Rp 1,8 miliar tentu kurang untuk mengembangkan potensinya. Pasalnya, jika ditotal pengeluaran desa bisa mencapai Rp 2,9 hingga Rp 3 miliar. Sisa kekurangan pengeluaran biasanya dari CSR. Program, tersebut masuk dalam pendapatan asing desa (PADES). Pemanfaatan dana CSR tersebut biasanya dihunakan untuk pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (syf/rhm/han) Editor : Hany Akasah