RADAR GRESIK – Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, tidak hanya dikenal dengan kirab tumpengnya, tetapi juga dengan sajian kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri.
Bak hari raya Idulfitri, setiap rumah di desa ini menyajikan hidangan lezat untuk menjamu para tamu yang datang, dan menu utamanya adalah lontong bumbu ladan.
Bagi warga Desa Suci, lontong bumbu ladan menjadi hidangan wajib yang disajikan selama tradisi Rebo Wekasan. "Kalau sudah Rebo Wekasan, di setiap rumah pasti ada lontong bumbu ladan. Rasanya khas, gurih, dan jadi menu utama untuk menjamu tamu," kata Murthosiyah, salah satu warga setempat.
Ia menjelaskan, setiap keluarga membuat sendiri hidangan ini. Selama empat hari perayaan, mulai Minggu (17/8) hingga Rabu (20/8), hidangan ini selalu tersedia untuk disuguhkan kepada sanak saudara dan kerabat yang datang berkunjung dari luar kota. Tradisi ini menjadi ajang penting untuk mempererat silaturahmi.
"Kalau Lebaran ada ketupat opor, di Rebo Wekasan Desa Suci ada lontong bumbu ladan. Setiap tamu yang datang pasti disuguhi ini sebelum mereka melanjutkan kegiatan ke pasar rakyat atau gebyar UMKM," tambahnya.
Lontong bumbu ladan adalah sajian lontong yang dipotong kecil-kecil, lalu disiram dengan bumbu khas yang terbuat dari kelapa parut dan rempah-rempah lengkap atau "bumbu jangkep". Cita rasanya semakin istimewa dengan tambahan lauk pendamping seperti udang, telur puyuh, daging sapi, atau ayam.
Proses pembuatannya pun terbilang unik. Kelapa parut disangrai hingga kecokelatan, kemudian ditumbuk halus bersama aneka rempah pilihan.
Setelah itu, semua bahan ditumis hingga harum dan dicampur dengan kelapa sangrai. Hasilnya adalah bumbu gurih pedas yang meresap sempurna ke dalam lontong, menciptakan sensasi rasa yang tak terlupakan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah