Kebomas – PT Petrokimia Gresik sukses menyelenggarakan Petro Agri Food Expo (PAE) 2025 pada 25–27 Juli 2025 di Kebun Percobaan seluas 8,4 hektare. Dengan mengusung tema “Aku Cinta Pertanian Indonesia”, kegiatan ini menjadi wahana edukasi, inovasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Kendati hadir dengan layout baru, PAE 2025 tetap diserbu ribuan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman memetik buah dan sayuran langsung di kebun. Antusiasme tinggi terlihat pada hari puncak (27/7), di mana area panen telah dipadati pengunjung sejak pukul 06.00 WIB. Sebanyak 3.700 melon kuning dan ribuan ikat sayuran yang dijual Rp.1.000an ludes dalam waktu kurang dari 30 menit.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menuturkan kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus kontribusi sektor pupuk sebagai input pertanian.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya inovasi di bidang pertanian, agar sektor ini semakin maju dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Daconi.
Selain panen raya, PAE 2025 menghadirkan 57 stan bazar produk pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, dan alat pertanian. Edukasi bertani modern seperti Smart Precision Farming, pengelolaan kesuburan tanah, serta workshop pertanian kreatif juga menjadi daya tarik utama.
Pada kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik juga memberikan beasiswa pertanian kepada siswa SMK sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul di sektor pertanian.
"Kami berharap program ini memotivasi generasi muda bahwa pertanian adalah sektor strategis dengan masa depan yang cerah,” imbuh Daconi.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya. Menurutnya, Bupati Yani, PAE 2025 menjadi bukti kolaborasi strategis antara BUMN, pemerintah daerah dan diharapkan kedepan bisa menggandeng koperasi desa melalui Koperasi Merah Putih.
"Sektor pertanian yang luas ini dapat memberikan pendampingan optimal bagi koperasi desa agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Bupati Yani.
Ketua Panitia PAE 2025, Evana Nuzulia Pertiwi, mengungkapkan bahwa selain menjadi ajang edukasi dan hiburan, kegiatan ini juga berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal.
"Kami menargetkan PAE 2025 dapat mencatat perputaran uang hingga lebih dari Rp 70 juta per hari. Angka ini berasal dari transaksi penjualan produk hortikultura, hasil kebun, serta produk UMKM yang berpartisipasi dalam bazar,” jelas Evana.
Pada bagian lain, antusiasme masyarakat juga tercermin dari pengalaman pengunjung. Lilik Farida, salah satu pengunjung asal Kebomas, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan ini.
“Saya datang bersama keluarga sejak subuh supaya tidak kehabisan melon. Seru sekali bisa panen sendiri, rasanya seperti punya kebun pribadi. Anak-anak juga belajar langsung tentang cara menanam. Acara ini bukan hanya belanja, tapi edukasi dan rekreasi sekaligus,” tutur Lilik dengan penuh semangat. (Fir)
Editor : Cak Fir