RADAR GRESIK - Komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup yang bersih dan lestari kembali menjadi sorotan positif. Kali ini, Kelurahan Jogotrunan, Kabupaten Lumajang, yang berhasil meraih kategori Mandiri dalam Program Desa Berseri (Bersih dan Lestari) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, menjadi tujuan kunjungan langsung Anggota DPD RI, Lia Istifhama.
Dalam kunjungannya yang dilakukan, Minggu (8/6), Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama menyusuri gang-gang sempit, pekarangan warga, dan taman-taman hasil swadaya masyarakat setempat. Ia mengaku terpukau keindahan serta kerapian lingkungan yang dikelola dengan penuh semangat gotong royong.
"Saya sering turun langsung ke wilayah konstituen, dan hari ini saya melihat langsung bagaimana DLH Jatim berhasil menghadirkan program yang bukan hanya bermanfaat secara lingkungan, tapi juga menciptakan keindahan visual dan kebanggaan sosial. Lingkungan bersih, sehat, tertata, dan bahkan instagramable," ujar Ning Lia di hadapan warga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan program semacam ini menunjukkan wajah Jawa Timur yang progresif dalam pengelolaan lingkungan. Keberhasilan ini menurutnya bukan hanya milik DLH, tetapi merupakan buah kerja sama warga yang saling peduli dan terus berinovasi.
"Program ini menjadi bukti perubahan bisa datang dari bawah, dari kampung, dari pekarangan rumah. Harapan saya, DLH terus menjaga semangat ini lewat lomba kebersihan, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang merata di desa-desa se-Jawa Timur," tambahnya.
Menurutnya, program Desa Berseri DLH Jawa Timur menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas. Dengan menilai aspek kebersihan, kesehatan, keindahan, serta partisipasi warga, program ini mendorong desa dan kelurahan untuk bertransformasi menjadi kawasan yang ramah lingkungan dan mandiri secara sosial.
Keberhasilan Kelurahan Jogotrunan menjadi salah satu simbol nyata bahwa gotong royong, inovasi lokal, dan edukasi berkelanjutan adalah kunci membangun masa depan yang lebih hijau.
“Saya berharap apa yang saya saksikan hari ini bisa menjadi inspirasi untuk daerah-daerah lain di Jawa Timur. Karena jika satu kelurahan bisa, maka yang lain juga pasti bisa,” tutup Ning Lia dengan optimistis.
Sementara itu, Ketua RW XI Kelurahan Jogotrunan, Muhammad Eko Santoso, dengan bangga menyampaikan keberhasilan wilayahnya masuk dalam kategori tertinggi bukanlah capaian instan.
“Program Desa Berseri ini ada tiga tahap yakni Pratama, Madya, dan Mandiri. Jogotrunan sudah melalui berbagai proses hingga akhirnya bisa sampai di titik ini. Alhamdulillah, ini semua karena kekompakan warga,” jelasnya.
Eko menyebutkan sejumlah kegiatan yang menjadi nilai lebih di wilayahnya. Di antaranya adalah budidaya bunga telang untuk minuman herbal, penanaman bayam brasil sebagai sumber pangan sehat, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk kerajinan dan dekorasi lingkungan.
Tak hanya menumbuhkan kepedulian lingkungan, kegiatan tersebut juga menumbuhkan nilai ekonomi dan kemandirian warga.
“Kita ingin mengedukasi bahwa lingkungan bersih bukan cuma tanggung jawab pemerintah. Masyarakat bisa memulai dari rumah masing-masing. Bahkan dari sampah, bisa jadi berkah,” tegas Eko. (han)
Editor : Hany Akasah