Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pameran The Jumping City, Sambut Ramadan dengan Karya Seni Lukisan Damar Kurung Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 25 Februari 2025 | 22:05 WIB
KARYA SENI : Pameran Karya "The Jumping City" Gunakan Medium Lukisan Damar Kurung Sambut Bulan Ramadhan.
KARYA SENI : Pameran Karya "The Jumping City" Gunakan Medium Lukisan Damar Kurung Sambut Bulan Ramadhan.

RADAR GRESIK - Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, sebuah pameran seni bertajuk The Jumping City digelar dengan menggunakan medium lukisan Damar Kurung, lentera tradisional khas Gresik.

Pameran ini menampilkan karya dua seniman, Anhar dan Suef, yang mengangkat kehidupan kota melalui visualisasi cerita dalam Damar Kurung. Pameran ini berlangsung dari 22 Februari hingga 22 Maret 2025 di Galeri Loteng Kemasan, Gresik.

Damar Kurung, yang biasanya dipasang menjelang bulan Ramadan sebagai penanda jalan menuju pemakaman untuk ritual padusan atau ziarah, kini diangkat sebagai karya seni yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Gresik.

Lentera ini, yang umumnya digunakan di depan rumah atau tempat penting lain, menjadi semacam kanvas tradisional yang berisi ingatan dan cerita warga, seperti tradisi pasar bandeng, perayaan Idul Fitri, suasana warung kopi, hingga keramaian alun-alun.

Hidayatun Nikmah, kurator pameran, menjelaskan Damar Kurung bukan sekadar lentera dekoratif, tetapi juga media untuk menggambarkan kehidupan kota yang dinamis.

“Setiap gambar pada Damar Kurung karya Anhar dan Suef mengandung cerita yang mengajak pengunjung untuk melihat Gresik dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.

Pameran The Jumping City juga menyajikan delapan program menarik untuk pengunjung, seperti Ziarah Damar Kurung, Merangkai Damar Kurung, Workshop, Artist Talk, Screening Film, Curator Talk, Teater, dan Lomba Mewarnai.

“Tajuk The Jumping City dipilih karena karya-karya Anhar dan Suef banyak menyoroti kehidupan kota yang dinamis, baik progresif maupun regresif, dalam satuan waktu yang bersamaan,” kata Hidayatun.

Suef, salah satu seniman yang memprakarsai pameran ini, berharap karya mereka bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi bentuk kepedulian terhadap Damar Kurung sebagai warisan budaya.

“Kami berharap karya kami dapat dinikmati sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Gresik masih ada seniman yang menjaga dan mengembangkan Damar Kurung sebagai bagian dari warisan budaya,” harapnya. (yud/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Pameran #SUEF #The Jumping City #Damar Kurung #gresik #Ramadan #ANHAR #Tradisional