Kuliner tradisional untuk berbuka puasa khas warga Gresik ini mudah ditemui di sentra kuliner pasar ramadan seperti di wilayah Gresik Kota Baru (GKB), Alun-alun Sidayu, Bunderan Dukun, dan titik pusat keramaian di Pondok Permata Suci (PPS) kecamatan Manyar.
Salah satu perajin kuliner bongko kopyor asal Desa Sidomukti Manyar Fathona ,53, mengatakan secara umum kuliner bongko kopyor berisi bubur sagu, bubur mutiara, irisan buah nangka, kelapa muda, roti tawar, kolang-kaling, pisang raja dan dicampurkan santan kental.
Fathona menyampaikan setiap Ramadan ia selalu berjualan kuliner khas ini. Dalam sehari, puluhan bungkus habis terjual.
"Alhamdulillah hari pertama membuat ratusan bungkus habis terjual. Setiap hari jualan, Alhamdulillah selalu habis," ujarnya, Rabu (13/3).
Dirinya mengungkapkan menjual bongko kopyor satu tahun sekali karena, makanan tersebut hanya diproduksi pada saat Ramadan. Warga di desanya juga banyak yang memproduksi bongko kopyor.
"Bongko kopyor pas dimakan untuk berbuka puasa," ungkapnya.
Sementara itu, Abdullah Syafi'i salah satu pembeli warga Desa Manyarejo mengungkapkan dirinya setiap bulan Ramadan menantikan kuliner Bongko Kopyor.
" Sejak kecil suka makanan bongko kopyor ini apalagi dimakan waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, " ucapnya.
Abdullah Sayafii mengatakan biasanya beli ke tempat pembuatnya langsung di rumah Fathona di Manyar Sidomukti. Harganya murah mulai dari Rp 8 ribu per bungkusnya.
" Sekali beli 5 sampai 10 bungkus dibuat buka bareng keluarga. Bongko kopyor rasana manis bisa menambah tenaga usai berpuasa, " pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah