Dalam kegiatan tersebut, 19 grup qosidah di Kabupaten Gresik ikut berlomba. Di antaranya, grup Baitus Salam, Khoirun Nada, Putri Banyu Biro, Tumengkang Sari, Suci Nada, Al Hijrah Nada, Nurul Jannah, IPEMI, Sakinah Nada, An Nur, Al Barokah, Putri Sunan Prapen,Khoirun Nisa, El Nisa Nada, Al Nusa Nada, Gema Nada Aida, El Q.A Nada, Grup Falakiyah. Yang tidak kalah serunya tampil beberapa bintang tamu yakni Nada Nurish dari Komite SD NU Nurul Ishlah Randuagung, Nafisah Nada, An Nisa Nurul Jannah dan lain sebagainya.
Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Ufiq Zuroida, Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muslih Hasyim, tokoh masyarakat, tokoh politik, akademisi, para peserta, serta pecinta seni qasidah gambus.
Ketua Umum PASQI Kabupaten Gresik Sa'adatul Fitria. S.Pd.I mengungkapkan inti Festival Qasidah itu sebagai menyiarkan Ukhuwah Islamiyah dalam bidang seni Islami, sekaligus melestarikan seni budaya qasidah. "Sebelumnya kami menggelar ziarah ke makam Sunan Giri dan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Saya harap dengan kegiatan ini, kedepannya PASQI lebih dikenal masyarakat serta bisa menjaring lebih banyak anggota," terang Fitria.
Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah mengatakan, kegiatan Festival Pasqi tersebut menjadi upaya memperkenalkan seni islami di Gresik kepada masyarakat.
Baca Juga : Pameran Pendidikan, Bupati Gresik Janjikan Infrastruktur Pendidikan
"Di usia yang ke-5, kami berharap para pecinta seni qasidah yang tergabung dalam PASQI semakin menunjukkan identitas Gresik sebagai Kota Islami. Kegiatan seperti ini harus dilestarikan berkelanjutan, terima kasih dan selamat ulang tahun kepada PASQI," pungkas wanita yang akrab disapa Bu Min ini.
Sementara itu, Ketua Dewan pembina PASQI Sutrisno,SH mengatakan, kegiatan festival tersebut menghadirkan tiga juri dengan kualifikasi tingkat provinsi bahkan nasional. "Ini sebagai bentuk perlombaan yang adil, sehingga penilaian akan dilakukan oleh profesional,"pungkas pemilik Grup Al Wahidah tersebut. (rir/han) Editor : Hany Akasah