RADAR GRESIK - Banjir rob menggenangi puluhan rumah di tiga yang ada di Kabupaten Gresik. Banjir rob dipicu oleh fenomena supermoon yang menyebabkan pasang maksimum air laut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik F.X Driatmiko Herlambang mengatakan banjir rob melanda pada Senin, (18/11) pukul 22.00 malam.
"Banjir rob melanda tiga desa. Yakni, Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas, Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar dan Desa Pangkah Kulon Kecamatan Ujungpangkah," ujarnya.
Ada puluhan rumah dan jalan desa yang terdampak banjir rob dengan ketinggian genangan air yang bervariasi.
Dengan rincian, banjir rob di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas menggenangi 10 rumah dengan ketinggian air antara 5 sampai 10 sentimeter dan jalan sepanjang 250 meter.
Kemudian, untuk Sesa Banyuwangi, Kecamatan Manyar banjir rab menggenangi 50 rumah dengan tinggi air antara 10 sampai 20 sentimeter dan jalan sepanjang 600 meter.
"Serta Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah hanya menggenangai 400 meter jalan lingkungan dengan ketingian air antara 10 sampai 20 sentimeter," terangnya.
Ia menjelaskan, banjir rob akibat pasangnya air laut hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Dimulai pukul 22.00 WIB dan air mulai surut pada pukul 23.00 WIB.
"BPBD Gresik langsung menerjunkan tim ke lokasi saat banjir rob terjadi. Kami sudah monitoring dan memberikan bantuan kepada warga terdampak," ungkapnya.
Ia menambahkan, terkait fenomena supermoon memang sudah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Yakni, antara tanggal 17 November sampai 19 November.
"Kemungkinan malam ini masih ada potensi terjadi lagi banjir rob tapi kecil," pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq