Ciptakan Lingkungan Kondusif, Rutan Gresik Tekankan Pentingnya Etika dan Disiplin Warga Binaan

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:08 WIB
DISIPLIN : Karutan Kelas IIB Gresik Dhimas Isdwiyono, memberikan arahan tamping untuk memperkuat kedisiplinan dan menjaga ketertiban di lingkungan rutan. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
DISIPLIN : Karutan Kelas IIB Gresik Dhimas Isdwiyono, memberikan arahan tamping untuk memperkuat kedisiplinan dan menjaga ketertiban di lingkungan rutan. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, memberikan pengarahan khusus kepada para tahanan pendamping (tamping) guna memperkuat kedisiplinan dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban (kamtib) di lingkungan rutan. 

Kegiatan yang berlangsung di area depan poliklinik Rutan Gresik tersebut didampingi langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Virga Indrawan.

Dalam penjelasannya, Dhimas menegaskan bahwa seluruh tamping wajib memahami secara rinci tugas, kewajiban, serta batasan-batasan operasional yang telah ditetapkan oleh petugas.

Baca Juga: Dukung KUHP Baru, Rutan dan Kejari Gresik Matangkan Pilot Project Pidana Kerja Sosial

Sebagai warga binaan yang mendapatkan amanah dan kepercayaan untuk membantu aktivitas harian rutan, para tamping dituntut menjalankan peran tersebut secara penuh tanggung jawab dan patuh pada regulasi.

“Seluruh tamping harus senantiasa menjaga kedisiplinan dan menjadi contoh yang baik bagi warga binaan lainnya. Kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh disalahgunakan,” tegas Dhimas.

Dhimas juga mengingatkan secara tajam bahwa setiap bentuk pelanggaran tata tertib akan berimplikasi langsung pada evaluasi status kepesertaan mereka sebagai tamping.

Baca Juga: Tekan Peredaran Uang Tunai di Blok Hunian, Rutan Gresik Perluas Layanan E-Money RUGRES CASHLESS

Oleh karena itu, seluruh tamping diminta untuk tegak lurus mengikuti instruksi petugas dan menghindari segala tindakan spekulatif yang berpotensi memicu gangguan kamtib.

“Jangan sampai kepercayaan yang sudah diberikan justru disalahgunakan. Apabila terjadi pelanggaran, tentu akan langsung menjadi bahan evaluasi terhadap statusnya sebagai tamping. Laksanakan tugas sesuai aturan dan ikuti setiap arahan petugas,” tambahnya.

Selain aspek kedisiplinan kerja, Dhimas menggarisbawahi pentingnya menjaga etika, sopan santun, serta hubungan harmonis baik terhadap petugas maupun sesama warga binaan. Pelaksanaan tugas tamping yang didasari kesadaran pribadi dinilai menjadi kunci terciptanya iklim rutan yang aman dan kondusif.

Baca Juga: Wujud Pelayanan Humanis, Rutan Gresik Sediakan Layanan Cek Kesehatan Gratis Bagi Pengunjung

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif. Para tamping diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, hingga kendala teknis yang dihadapi selama menjalankan tugas di lapangan. Lewat ruang diskusi ini, pola komunikasi dan koordinasi antara petugas dan tamping diharapkan makin solid.

Pengarahan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Rutan Kelas IIB Gresik dalam memperketat pengawasan sekaligus memaksimalkan program pembinaan warga binaan demi menjamin kelancaran operasional rutan. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Keamanan tahanan Rutan gresik Warga Binaan