RADAR GRESIK – Sebagai salah satu destinasi wisata religi dan situs cagar budaya ternama di Kabupaten Gresik, kawasan Makam Panjang Fatimah binti Maimun di Desa Leran, Kecamatan Manyar, masih menyimpan banyak pekerjaan rumah terkait fasilitas sarana dan prasarana (sarpras).
Sejumlah peziarah hingga pengelola mengeluhkan minimnya pasokan air bersih hingga kerusakan infrastruktur fisik di area kompleks pemakaman.
Penjaga Makam Panjang Leran, Khoirul Mufid, membeberkan bahwa keterbatasan fasilitas air bersih menjadi kendala paling vital yang dirasakan pengunjung, terutama saat lonjakan peziarah tiba dalam jumlah besar menggunakan armada bus pariwisata.
Baca Juga: Teror Ular Kobra di Pemukiman Duduksampeyan, Tim Damkar Gresik Turun Tangan Malam Hari
"Kalau ada rombongan peziarah banyak, bahkan sampai dua bus, fasilitas air sangat terbatas. Persediaan air sering tidak mencukupi untuk kebutuhan wudu maupun aktivitas bersuci peziarah di kompleks masjid," ungkap Khoirul Mufid.
Tak hanya persoalan ketersediaan air, Khoirul menyoroti kondisi bangunan pendukung dan akses jalan di dalam kompleks pemakaman bersejarah tersebut yang mulai tergerus usia. Kerusakan terlihat pada ubin lantai keramik yang terangkat (mumbul) serta tatanan paving jalan yang bergelombang.
"Lantai keramik di area dalam makam sudah banyak yang mumbul dan terlepas. Selain itu, akses jalan paving di kawasan pekarangan makam juga mulai rusak dan butuh perbaikan segera agar aman bagi peziarah," tegasnya.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Toko Bangunan, Polres Gresik Ungkap Pelaku Melapor Sendiri Usai Habisi Tunangan
Di samping sarpras fisik, fasilitas penunjang berbasis teknologi digital berupa kode pemindaian (barcode) edukasi sejarah yang dipasang oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik juga dinilai memprihatinkan.
Papan informasi digital yang sejatinya menyajikan histori situs sejarah bersejarah Islam tertua di Nusantara tersebut kini kondisinya kurang terawat dan butuh pembenahan fisik.
"Kami sangat berharap ada perhatian konkret dari dinas dan pihak terkait. Fasilitas yang layak sangat penting untuk menunjang kenyamanan peziarah yang datang dari berbagai daerah," harap Khoirul.
Baca Juga: Perluas Pembinaan Keagamaan Hingga Desa, MUI Kecamatan Gresik Cetak Kader Muda Penggerak Umat
Merespons kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Manyar, M. Fither Kuntajaya, menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran terus memantau dan melakukan peninjauan langsung ke kompleks cagar budaya tersebut.
"Kami hadir secara langsung berziarah ke makam Siti Fatimah binti Maimun di kompleks Makam Leran ini sekaligus melihat kondisi lapangan secara langsung," pukas Fither.
Pihaknya berencana menginventarisasi sejumlah kerusakan fasilitas publik tersebut untuk selanjutnya dikordinasikan bersama dinas teknis Pemkab Gresik agar penanganan pembenahan dapat segera direalisasikan. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik