Bekali Kemandirian Warga Binaan Perempuan, Rutan Gresik Gelar Pelatihan Keterampilan Merajut

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 23:11 WIB
TERAMPIL : Petugas Rutan Kelas IIB Gresik saat bekali Warga Binaan perempuan keterampilan merajut. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
TERAMPIL : Petugas Rutan Kelas IIB Gresik saat bekali Warga Binaan perempuan keterampilan merajut. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus berinovasi dalam mengoptimalkan program pembinaan bagi para penghuninya. Kali ini, Rutan Gresik menggelar pelatihan keterampilan merajut yang ditujukan khusus bagi warga binaan perempuan di blok hunian setempat, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 19 warga binaan perempuan antusias mengikuti jalannya pelatihan pembinaan kemandirian tersebut. Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan dan bimbingan intensif dari peserta program MagangHub.

Selama pelatihan berlangsung, para warga binaan dikenalkan dengan peralatan dasar merajut, seperti jarum rajut (hakpen) dan beraneka benang.

Baca Juga: Dinilai Tak Berdasar Sejarah, MUI Gresik Rekomendasikan Pembongkaran Makam Joko Umbaran

Mereka dibimbing secara bertahap mulai dari teknik memegang hakpen, mengatur ritme benang, membuat simpul awal (slip knot), hingga mempraktikkan teknik-teknik dasar rajutan sampai membentuk karya sederhana.

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan konkret yang aplikatif dan bernilai guna.

"Melalui pelatihan merajut ini, kami berharap warga binaan perempuan dapat mengembangkan kreativitas dan potensi keterampilan yang mereka miliki. Keterampilan ini diharapkan mampu membuka peluang wirausaha mandiri serta menjadi bekal berharga saat mereka selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat," ungkap Dhimas.

Baca Juga: Pastikan Perencanaan Akuntabel, Rutan Gresik Ikuti Supervisi Pagu Anggaran 2027 di Lapas Surabaya

Lebih lanjut, Dhimas menjelaskan bahwa aktivitas merajut tidak sekadar memberikan keahlian teknis pertukangan tangan, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter. Proses merajut secara tidak langsung menggembleng ketelitian, kesabaran, serta konsistensi para warga binaan.

Oleh karena itu, Rutan Kelas IIB Gresik berkomitmen untuk terus mengawal program pembinaan kemandirian ini secara berkelanjutan agar produk-produk hasil karya warga binaan dapat terus ditingkatkan kualitasnya hingga memiliki nilai ekonomi di pasaran.

"Melalui program berkelanjutan ini, kami ingin warga binaan perempuan tidak hanya produktif selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan rasa percaya diri yang tinggi sebagai bekal untuk kembali beraktivitas secara positif di tengah masyarakat," pukasnya. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
merajut Rutan gresik PEREMPUAN Warga Binaan