RADAR GRESIK – Menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat yang majemuk tidak bisa hanya mengandalkan peran satu institusi semata.
Komunikasi intensif dan sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar setiap potensi gejolak maupun persoalan sosial di akar rumput dapat segera diantisipasi dan ditangani secara cepat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda Konferensi Dinas Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gresik bersama seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Gresik yang bertempat di Pendopo Desa Sidorukun, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Ungkap Potret Gresik Dulu, Dispussip Alih Mediakan Naskah Sindujoyo Hingga Khutbah Jumat Sunan Giri
Forum strategis ini mempertemukan berbagai pilar penting daerah, mulai dari jajaran Pemerintah Kecamatan Gresik, Kepolisian Sektor (Polsek) Gresik, jajaran Kepala Desa dan Lurah, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gresik.
Kepala Desa Sidorukun, Djuli Aspug Eko Putrawan, selaku tuan rumah menyambut hangat kedatangan seluruh peserta konferensi dinas. Pihaknya mengapresiasi kepercayan yang diberikan serta berharap forum ini membawa dampak positif bagi kondusifitas wilayah.
"Kami sangat menyambut baik pelaksanaan forum ini. Harapan kami, kegiatan konferensi dinas ini dapat memberikan manfaat nyata dalam memperkuat koordinasi dan soliditas antarinstansi di Kecamatan Gresik," tutur Djuli Aspug.
Baca Juga: Perkokoh Sinergi Ulama dan Umara, Polres Gresik Ikuti Ngaji Kebangsaan Kapolri Bersama Gus Baha
Mewakili Camat Gresik, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gresik, Muntadhim Muttaqwa, menegaskan bahwa rapat koordinasi berkala ini merupakan instrumen vital untuk merawat keharmonisan serta menyelaraskan langkah pelayanan publik di tingkat kecamatan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk terus mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan kerja sama antarinstansi pemerintah di wilayah Kecamatan Gresik," jelas Muntadhim.
Dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolsek Gresik, Iptu Muhammad Syahrir Husain, menekankan krusialnya pemeliharaan iklim wilayah yang sejuk. Ia menyampaikan amanat langsung dari Kapolres Gresik agar seluruh elemen Forkopimcam dan kades/lurah pasang mata dan telinga di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Perkokoh Sinergi Ulama dan Umara, Polres Gresik Ikuti Ngaji Kebangsaan Kapolri Bersama Gus Baha
"Kami mewakili jajaran Polres Gresik mengharapkan situasi di Kecamatan Gresik terus terjaga kondusifitasnya. Hal tersebut menjadi penekanan utama dari Bapak Kapolres Gresik yang harus kita kawal bersama di lapangan," tegas Iptu Muhammad Syahrir Husain.
Persoalan kehidupan sosial-keagamaan tak luput dari pembahasan intensif dalam forum tersebut. Kepala KUA Kecamatan Gresik, Nasichun Amin, membeberkan bahwa dinamika sosial seperti aduan terkait pengeras suara di tempat ibadah (masjid dan musala) sejauh ini telah ditangani secara bijak dan persuasif.
Nasichun menggarisbawahi bahwa penyelesaian masalah secara cepat dan kolaboratif sangat efektif mencegah isu lokal berkembang menjadi konflik antarwarga yang lebih luas.
Baca Juga: Kagetkan Siswa Saat KBM, Ular Piton di Atap SMPN 4 Gresik Dievakuasi Damkarla
"Beberapa laporan terkait dinamika suara masjid dan musala belakangan ini sudah berhasil kita tangani dengan baik dan damai. Melalui forum ini, mari kita terus rapatkan barisan untuk merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Gresik," imbau Nasichun.
Dukungan senada diutarakan oleh Wakil Ketua MUI Kecamatan Gresik, Ustaz M. Najmul Ilmi. Pihaknya menyambut positif ruang dialog interaktif ini karena memperpendek jalur komunikasi antar-tokoh agama dan otoritas pemerintah.
"Kami dari MUI menyambut sangat baik kegiatan ini. Dengan ruang koordinasi seperti ini, kedepannya alur komunikasi bisa jauh lebih cepat dan responsif ketika kita menjalankan tugas-tugas pembinaan masyarakat di lapangan," ungkap Ustaz Najmul.
Baca Juga: Kunci Keberlangsungan Olah Sampah, DPRD Gresik Minta Pemkab Segera Kepastian Lahan TPA Ngipik
Melalui penyelenggaraan konferensi dinas ini, seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, hingga tokoh agama di Kecamatan Gresik sepakat untuk menyatukan frekuensi. Dengan sistem komunikasi yang makin solid, setiap dinamika warga dipastikan dapat tertangani sejak dini demi mewujudkan Kecamatan Gresik yang aman, kondusif, dan rukun. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik