RADAR GRESIK – Secangkir kopi tak selalu sekadar penawar dahaga. Di tangan personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Gresik, kopi ditransformasikan menjadi jembatan komunikasi interaktif guna mendekatkan polisi dengan warga di Kota Pudak.
Pemandangan hangat tersebut terlihat di kawasan Bundaran Gresik Kota Baru (GKB), Rabu (23/9/2026). Di tengah lalu lalang dan aktivitas warga, jajaran Satbinmas Polres Gresik menggelar program "Kopi Keliling" dengan konsep santai, egaliter, dan tanpa sekat formal.
Melalui cangkir kopi yang disuguhkan, masyarakat diajak duduk bersama untuk mendiskusikan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga menyampaikan keluhan serta masukan secara langsung.
Baca Juga: Polres Gresik Ungkap Curanmor di Rest Area Wahas, Dua Pemuda Diamankan
Kasat Binmas Polres Gresik, AKP M. Nur Setyabudi, menegaskan bahwa penciptaan kondisi lingkungan yang aman dan nyaman memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar tugas aparat kepolisian semata.
"Keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Melalui ruang dialog santai sambil minum kopi ini, kami ingin meruntuhkan jarak serta membangun rasa saling percaya dan kepedulian antar warga," ujar AKP M. Nur Setyabudi.
Menurut AKP Nur Setyabudi, komunikasi tatap muka secara informal memberikan ruang yang jauh lebih efektif dalam menyerap dinamika isu di lapangan. Informasi yang didapat langsung dari warga menjadi bahan evaluasi dan pemetaan dalam langkah pencegahan (preventif).
Baca Juga: Polres Gresik Tangkap Pengedar Sabu di Kos Surabaya, 7,356 Gram Disita
"Pertemuan langsung seperti ini sangat bernilai bagi kami. Melalui komunikasi terbuka tanpa suasana kaku, potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat dapat kita kenali dan tangani bersama sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," jelasnya.
Program Kopi Keliling menjadi bukti komitmen Satbinmas Polres Gresik dalam mengedepankan pendekatan humanis (policing with heart). Bagi masyarakat, wadah ini menjadi saluran aspirasi yang cair dan responsif.
"Kedekatan dan keterbukaan menjadi fondasi utama dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif. Kami berharap sinergi yang terbangun dari cangkir kopi ini semakin memperkuat kepedulian warga untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Gresik tetap aman dan nyaman," pungkasnya.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik