Pemkab Gresik Nobar Film Istimewa Bersama Bupati dan Aktor Muda, Perkuat Komitmen Gresik Inklusif

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:35 WIB
KOMITMEN PENUH : Pemkab Gresik bersama UPT LP ABK Dinas Pendidikan sukses menggelar "Gas Nobar" film inspiratif Istimewa di XXI Gressmall Gresik. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani  dan menghadirkan aktor muda asal Gresik, Rein, yang turut membintangi film tersebut. (IST/ RADAR GRESIK)
KOMITMEN PENUH : Pemkab Gresik bersama UPT LP ABK Dinas Pendidikan sukses menggelar "Gas Nobar" film inspiratif Istimewa di XXI Gressmall Gresik. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani  dan menghadirkan aktor muda asal Gresik, Rein, yang turut membintangi film tersebut. (IST/ RADAR GRESIK)

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LP ABK) Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sukses menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) film inspiratif berjudul Istimewa. 

Acara yang dikemas dalam program bertajuk "Gas Nobar: Gresik Asik Nonton Bareng Bupati" ini diselenggarakan pada hari Selasa (22/09) bertempat di XXI Gressmall Gresik memberikan kesempatan bagi anak-anak istimewa untuk menonton film inspiratif yang dibintangi oleh aktor asal Gresik yaitu Rein.

Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak istimewa agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan membanggakan. Upaya mewujudkan Gresik Inklusif ini juga didukung oleh komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan terapi serta fasilitas penjemputan gratis.

"Tentu ini menjadi satu motivasi untuk anak-anak kita yang istimewa, kita harus lebih kuat dan kita bisa kok. Kita bisa bisa menjadi anak yang mandiri, bisa menjadi anak yang membanggakan."  ujar Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik.

Baca Juga: Transformasi Simetal HTM UPT LP ABK,  Sinergi Jemput Bola Layanan Inklusi Hingga Guru Pendamping di Gresik

Selain itu, Pemkab Gresik juga turut memanfaatkan hasil riset Bestari Saintek yang merupakan program dari Direktorat Minat Saintek Kemendiktisaintek bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berupa peluncuran platform digital bernama SIMASIF.

Dengan ketua Peneliti Dr. Hitta Alfi Muhimmah,M.Pd dosen UNESA. Yang mana Platform ini dikembangkan untuk membantu Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dalam memonitoring data jumlah anak istimewa secara berkelanjutan, mulai dari jenjang pendidikan, riwayat sekolah asal, hingga kelanjutan pendidikannya. Pengenalan platform tersebut dilakukan bersamaan dengan pemutaran film guna memperkuat sinergi berbagai pihak. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M. juga menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan berbagai fasilitas dan ruang kreasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk layanan antar-jemput terapi gratis.

Ke depannya, pemerintah berkomitmen untuk terus menambah fasilitas serta memperluas ruang keterlibatan anak-anak istimewa agar mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak demi masa depan yang lebih baik. 

Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Publik Inklusif, Pemkab Gresik Tancap Gas Sosialisasi Perda Disabilitas

"Tetap semangat dalam menjalani ini semua, karena kita terlahir ke dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semuanya disertai dengan bakat dan kemampuan masing-masing yang istimewa dan semua anak punya hal itu."  ujar Hariyanto.

Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT LP ABK, Renyta Yuniarti Ningtyas juga menyatakan bahwa kegiatan nonton bareng yang juga didukung oleh Bank Jatim diharapkan mampu menyampaikan pesan moral film secara luas sekaligus menjadi momentum penting untuk menggalakkan pendidikan inklusif dan menumbuhkan empati masyarakat. 

"Pemutaran film ini tidak hanya menjadi sarana hiburan semata, melainkan sebuah wadah strategis untuk memperkuat kepedulian sosial, merangkul kesetaraan, serta menginspirasi masyarakat luas agar lebih memahami kehidupan serta perjuangan anak-anak penyandang disabilitas," ujar Renyta.

Film Istimewa sendiri menceritakan kisah mengharukan mengenai lima anak penyandang disabilitas yaitu Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul yang hidup dalam naungan kasih sayang di Rumah Istimewa bersama pengasuh sekaligus figur ayah mereka, Mahendra (Mathias Muchus). 

Konflik mulai menyelimuti tatkala Mahendra divonis mengidap kanker dan memilih pergi secara diam-diam agar anak-anak tidak melihatnya melemah.

Didorong oleh rasa cinta dan ketidakinginan kehilangan sosok ayah tercinta, kelima anak tersebut nekat melakukan perjalanan luar biasa untuk mencari keberadaan Mahendra, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk menunjukkan keberanian dan ketulusan cinta keluarga.

"Semoga film istimewa ini banyak nilai positif yang tersalurkan, bisa menjadi motivasi untuk teman-teman,  bisa jadi pandangan baru juga untuk teman-teman di luar sana, bagaimana cara memandang teman-teman yang istimewa. Semoga bisa memberikan jalan baru juga untuk teman-teman yang istimewa juga. Harapannya, semoga film ini bisa banyak ditonton, terutama oleh teman-teman yang masih menempuh pendidikan, supaya bisa menjadi motivasi yang lebih nyata lagi untuk teman-teman semuanya."pesan Rein yang berperan sebagai Ken. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Film Istimewa pemkab gresik anak istimewa gus yani UPT LP ABK