RADAR GRESIK — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, mengikuti audiensi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/9).
Audiensi yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kusnali serta diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Korwil Surabaya tersebut digelar guna memperkuat sinergi dan kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Perkuat Budaya Kerja Bersih dan Melayani, Rutan Gresik Rapatkan Barisan Menuju Predikat WBBM
Dalam pertemuan strategis tersebut, sejumlah isu krusial dibahas secara mendalam, mulai dari penguatan kelembagaan, optimalisasi aset dan lahan, hingga perluasan akses pemasaran produk UMKM hasil program pembinaan warga binaan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung penuh penguatan penyelenggaraan Pemasyarakatan, termasuk melalui optimalisasi aset dan lahan yang berpotensi dimanfaatkan demi kepentingan pembangunan serta pelayanan publik.
“Kami tentu mendukung penguatan Pemasyarakatan di Jawa Timur. Aset dan lahan yang dapat dioptimalkan harus diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan penguatan kelembagaan, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Baca Juga: Tingkatkan Kedisiplinan dan Kerapian, Rutan Gresik Bagikan Baju Dinas Seragam untuk Tahanan
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur Kusnali menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah dalam membuka akses pasar bagi produk UMKM hasil karya dan pembinaan warga binaan.
Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar apabila ditopang oleh strategi promosi, pemasaran, serta jejaring usaha yang lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan secara berkelanjutan.
“Kami ingin produk UMKM hasil pembinaan warga binaan dapat dipasarkan lebih luas dan memiliki nilai ekonomi. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membuka akses pasar sangat penting agar hasil karya warga binaan dapat berkembang dan menjadi bekal kemandirian mereka,” tegas Kusnali.
Baca Juga: Semangat Kemerdekaan di Balik Jeruji, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI
Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono menyambut positif hasil dan komitmen yang lahir dalam audiensi tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama untuk mengoptimalkan program pembinaan serta pengembangan keterampilan warga binaan di rutan maupun lapas.
“Audiensi ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi antara Pemasyarakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kami berharap sinergi ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan potensi warga binaan, khususnya dalam hal keterampilan, kemandirian, serta pemasaran produk hasil pembinaan,” kata Dhimas.
Melalui sinergi yang makin kokoh ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi peluang promosi, pemasaran, pembinaan usaha, hingga perluasan jejaring bagi produk-produk hasil olahan warga binaan.
Kolaborasi antara Pemasyarakatan dan Pemprov Jatim ini muaranya adalah membangun ekosistem pembinaan yang tangguh sehingga para warga binaan memiliki bekal keterampilan serta kesempatan untuk mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat seusai menjalani masa pidana. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik