Hadiri Sertijab Kabapas Surabaya, Karutan Gresik Tegaskan Komitmen Sinergi Reintegrasi Warga Binaan

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:23 WIB
LANGSUNG : Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Dhimas Isdwiyono saat menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
LANGSUNG : Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Dhimas Isdwiyono saat menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya yang berlangsung di Sidoarjo, Selasa (18/8/2026) lalu. 

Kegiatan tersebut menandai masa pergantian kepemimpinan dari pimpinan lama Surakhmat kepada pimpinan baru Ruspriyatno. Rotasi ini merupakan bagian dari dinamika serta penyegaran organisasi demi menjaga kesinambungan fungsi pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur.

Dalam momentum penuh keakraban tersebut, Dhimas Isdwiyono menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian Surakhmat selama memimpin Bapas Kelas I Surabaya. Pihaknya juga menyambut hangat kepemimpinan baru di bawah nahkoda Ruspriyatno.

Baca Juga: Semangat Kemerdekaan di Balik Jeruji, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian Bapak Surakhmat selama memimpin Bapas Kelas I Surabaya. Kepada Bapak Ruspriyatno, kami mengucapkan selamat atas amanah baru ini,” ujar Dhimas, Kamis (20/8/2026).

Dhimas menekankan bahwa Rutan, Lapas, dan Bapas merupakan kesatuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tidak dapat dipisahkan. Sinergi yang solid antar-UPT menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan hingga proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.

“Kami di Rutan Gresik siap memperkuat kolaborasi dengan Bapas Kelas I Surabaya. Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi dan komunikasi yang kuat agar proses pembinaan, pembimbingan, hingga reintegrasi sosial dapat memberikan dampak nyata bagi warga binaan maupun klien pemasyarakatan,” tambahnya.

Baca Juga: Momentum HUT ke-81 RI, 333 Warga Binaan Rutan Gresik Terima Remisi Kemerdekaan, 10 Orang Langsung Bebas

Bapas memiliki peran taktis mulai dari penelitian kemasyarakatan (Litmas), pendampingan hukum anak, hingga pembimbingan pasca-bebas agar para klien mampu kembali mandiri serta produktif.

Rangkaian acara juga diisi dengan Sertijab Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapas Kelas I Surabaya sebagai bentuk keterlibatan keluarga besar pemasyarakatan dalam mendukung tugas-tugas kedinasan.

Momen kepemimpinan baru ini diharapkan semakin mengukuhkan komitmen Pemasyarakatan APIK (Agamis, Profesional, Integritas, dan Kolaboratif) dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan responsif di Jawa Timur. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
bapas surabaya Rutan SERTIJAB gresik