Berkembang di Tengah Keterbatasan hingga Omzet Tembus Rp 237 Juta Per Bulan, Tata Kelola KKMP Trate Gresik Dikaji KPK RI

Riri Masfardian • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:39 WIB
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate Gresik kini sukses menembus omzet hingga Rp 237 Juta per bulan. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate Gresik kini sukses menembus omzet hingga Rp 237 Juta per bulan. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Perjalanan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate, Gresik, yang tumbuh pesat dari keterbatasan fasilitas mulai menyita perhatian tingkat nasional.

Setelah sempat viral lantaran berhasil menyulap bekas lahan parkir milik Pemkab Gresik menjadi ruang aktivitas ekonomi warga, kini sistem tata kelola KKMP Trate dikaji langsung oleh Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Tim Direktorat Monitoring KPK RI bertolak langsung dari Jakarta untuk melakukan field monitoring dan kajian tata kelola Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di KKMP Kelurahan Trate, Senin (10/8).

Baca Juga: Sudah Ditetapkan WBTB, 25 Tumpeng Diarak pada Tradisi Rebo Wekasan Suci Gresik

Lima anggota tim memantau langsung aktivitas operasional, berdiskusi dengan pengurus, hingga meninjau lokasi usaha.

Lurah Trate, Ruli Budiman, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan oleh lembaga antirasuah tersebut terhadap eksistensi KKMP Trate.

"Sebagai pemangku wilayah, saya turut bangga karena KPK RI berkenan melakukan kajian di KKMP Trate. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi KKMP Trate mulai didengar hingga tingkat pusat," ujar Ruli.

Baca Juga: Ditinggal Panen Kangkung dengan Kunci Menempel, Motor Petani Balongpanggang Gresik Digaet Maling

Ruli berharap KKMP Trate tak sekadar menjadi tempat penyedia kebutuhan harian, melainkan mampu menjelma sebagai motor penggerak utama perekonomian warga Kelurahan Trate. Pihak kelurahan pun siap memberikan pengawalan dan dukungan regulasi.

Di tempat yang sama, Ketua KKMP Trate, Nanang Zubaedi, memaparkan bahwa kedatangan tim KPK RI lebih banyak mendalami kondisi riil pengelolaan operasional. Diskusi mencakup pola kerja sama dengan investor, ketersediaan sarana-prasarana, kapabilitas SDM, hingga penetrasi pasar.

Meski dibayangi keterbatasan fasilitas, tren pertumbuhan usaha KKMP Trate justru melonjak signifikan. Nanang membeberkan, pada Juni 2026 KKMP Trate mengantongi omzet Rp 187 juta, lalu melesat menjadi Rp 237 juta pada Juli 2026. Bahkan, pada pekan pertama Agustus 2026, omzet harian yang terkumpul sudah menembus angka Rp 61 juta.

Baca Juga: Sukses Kelola Sampah Berbasis Warga, Petrokimia Gresik Raih Predikat Gold di Ajang 6th TJSL & CSR Award 2026

"Capaian ini ditopang oleh bertambahnya jenis komoditas serta meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk berbelanja dan bertransaksi melalui koperasi," jelas Nanang.

Selain catatan omzet, inovasi berwawasan lingkungan KKMP Trate turut mencuri perhatian tim KPK RI. Salah satunya melalui program pembelian minyak goreng bekas (jelantah) dari rumah tangga warga. Limbah cair yang biasanya mencemari saluran air tersebut kini disulap menjadi pundi-pundi rupiah bagi warga.

"Program pembelian minyak jelantah ini menjadi salah satu yang sangat diapresiasi tim KPK. Limbah rumah tangga kini memiliki nilai ekonomi bagi warga," tambahnya.

Baca Juga: Makin Terintegrasi Secara Digital, Senator Lia Istifhama Kagumi Layanan Lapor PAK milik DP3AK Jatim

Usai berdiskusi, Tim Monitoring KPK RI mengecek gudang komoditas di Kantor Kelurahan Trate serta meninjau bekas lahan parkir Pemkab Gresik yang disewa koperasi.

Melihat pesatnya dinamika usaha dan keterbatasan ruang saat ini, tim KPK memberi masukan agar Pemkab membuka peluang perluasan area demi menunjang ekspansi usaha KKMP Trate ke depan. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Koperasi gresik KPK omzet Trate