Sudah Ditetapkan WBTB, 25 Tumpeng Diarak pada Tradisi Rebo Wekasan Suci Gresik

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:22 WIB
KIRAB: Arakan Kirab Tumpeng Agung dalam rangkaian Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
KIRAB: Arakan Kirab Tumpeng Agung dalam rangkaian Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
RADAR GRESIK – Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali digelar meriah. Salah satu rangkaian kegiatan yang menyedot perhatian ribuan pasang mata masyarakat yakni prosesi Kirab Tumpeng Agung.

Sebanyak 25 tumpeng dari 25 RW diarak secara semarak. Rute kirab dimulai dari Pendopo Balai Desa Suci menuju Masjid Mamba'ut Tho'at dengan menempuh jarak sekitar satu kilometer.

Sekretaris Desa Suci, Muhammad Miftach, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rebo Wekasan tahun ini terasa semakin istimewa lantaran tradisi tersebut telah resmi mengantongi pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari pemerintah pusat. Penetapan tersebut menjadi lecutan semangat bagi warga untuk melestarikan tradisi leluhur.

Baca Juga: Atasi Kekeringan 200 Hektare Sawah di Gresik, Mentan Amran Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal

"Yang berbeda tahun ini, Rebo Wekasan sudah ditetapkan sebagai WBTB pada 15 Desember. Penetapannya berupa sertifikat dari Kementerian Kebudayaan RI sebagai warisan budaya tak benda," kata Miftach.

Dalam perhelatan kirab, setiap RW menampilkan kreativitas dengan menyajikan tumpeng beragam ukuran, mulai dari ukuran standar hingga tumpeng raksasa.

Tak hanya menjadi pesta adat dan budaya, Rebo Wekasan di Desa Suci turut menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui sentra UMKM yang memadati sepanjang Jalan KH Syafi'i.

Baca Juga: Suarakan Keluhan Warga: DPRD Gresik Minta Normalisasi Sungai dan Perbaikan Jalan Rusak Dipercepat

"Kami berharap melalui kegiatan Rebo Wekasan ini ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Alhamdulillah, UMKM lokal semakin banyak yang menyewa stan. Jadi yang berjualan sudah banyak dari masyarakat lokal. Untuk pedagang dari luar juga kami sediakan sekitar 500 stan," ujarnya.

Rangkaian acara ini juga dimanfaatkan masyarakat Desa Suci untuk memberikan penghargaan kepada Kepala Desa Suci yang masa jabatannya berakhir pada 2027 mendatang.

Apresiasi tersebut diberikan atas komitmen Pemdes dalam memperjuangkan serta mengamankan Tanah Kas Desa (TKD) agar berdaya guna bagi warga.

Baca Juga: Suarakan Keluhan Warga: DPRD Gresik Minta Normalisasi Sungai dan Perbaikan Jalan Rusak Dipercepat

"Selama masa kepemimpinannya, pemerintah desa juga terus berupaya menambah dan mengoptimalkan aset desa. Kami menjalin kerja sama dengan Pemkab Gresik dalam pengadaan tambahan tanah kas desa. Di antaranya dua bidang tanah di kawasan Gunung serta satu bidang di sekitar waduk. Juga satu bidang tanah di kawasan Gunung sebelah utara untuk HIPAM Desa Suci," tambahnya.

Sebagai pendukung pelestarian budaya, Pemdes Suci kini intensif mengembangkan ikon Rebo Wekasan, yakni Sendang Sono, menjadi objek wisata air yang modern dan produktif di bawah naungan BUMDes.

"Di samping melestarikan budaya, aset desa juga harus diberdayakan. Yang sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa, sekarang bisa dimanfaatkan BUMDes untuk menyokong Pendapatan Asli Desa (PADes)," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
tumpeng gresik rebo wekasan Suci wbtb