Petakan Wilayah Rawan, Polres Gresik Siagakan 103 Personel Hadapi Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:26 WIB
BRANTAS NARKOBA: Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo bersama Kasat Resnarkoba AKP Ahmad Yani saat memberikan pengarahan dalam Lat Pra Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Mapolres Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
BRANTAS NARKOBA: Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo bersama Kasat Resnarkoba AKP Ahmad Yani saat memberikan pengarahan dalam Lat Pra Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Mapolres Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Polres Gresik mematangkan kesiapan jajarannya guna memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Gresik. Sebanyak 103 personel diterjunkan dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 yang akan berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026.

Pemantapan strategi tersebut diawali melalui Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana Polres Gresik, Senin (10/8). Kegiatan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, serta dihadiri Kasat Resnarkoba AKP Ahmad Yani dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik.

Baca Juga: Apresiasi Dedikasi dan Keberanian Warga, Polres Gresik Ganjaran Reward Personel Berprestasi dan Pamswakarsa

Membacakan amanat Kapolres, Kompol Arief menegaskan agar seluruh personel mengedepankan tindakan tegas dan terukur terhadap jaringan peredaran narkoba, mulai dari pengguna, pengedar, hingga sindikat kelas berat.

“Laksanakan deteksi dini dan tindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba. Pedomani Kirsus Intelijen, gelar razia sasaran secara terukur, dan tuntaskan proses hukum hingga pelimpahan ke kejaksaan. Tetap utamakan keselamatan personel di lapangan,” tegas Kompol Arief.

Berdasarkan paparan intelijen Kanit IV Satintelkam Polres Gresik Ipda Hendry Nurdiansyah, peta kerawanan pengungkapan kasus sepanjang 2025 mencatat Kecamatan Manyar berada di urutan tertinggi dengan 25 kasus, disusul Driyorejo (23 kasus), Kebomas (16 kasus), dan Gresik Kota (15 kasus).

Baca Juga: Sebar Semangat Peduli, Satlantas Polres Gresik Bagikan Paket Nasi ke Abang Becak hingga Ojol

Modus operandi yang makin berkembang—seperti sistem ranjau, peredaran obat keras tanpa resep, hingga modus baru liquid vape—menjadi fokus pengawasan ekstra di hunian, fasilitas umum, dan lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menekankan bahwa seluruh penanganan dan penerbitan Laporan Polisi (LP) dipusatkan melalui Satresnarkoba Polres Gresik guna menyelaraskan data dan memperkuat pemetaan jaringan. Ia juga mewanti-wanti tidak ada toleransi bagi oknum aparat yang terlibat.

“Setiap penindakan harus melalui hasil penyelidikan yang matang dan terukur. Apabila ditemukan indikasi keterlibatan personel, kami akan tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ahmad Yani.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Gresik Bergulir: Wakapolres, Kasatlantas, hingga Kasatreskrim Berganti

Menutup kegiatan, Kompol Arief mengingatkan jajaran agar status Gresik sebagai Kota Santri tidak membuat petugas lengah terhadap potensi kejahatan narkotika. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
narkotika operasi narkoba gresik polres