RADAR GRESIK - Penerapan teknologi pertanian di lapangan memerlukan pendekatan yang tidak hanya fokus pada efektivitas produk, tetapi juga pada pemahaman dan keselamatan para pengguna di tingkat tapak. PT Petrokimia Kayaku berkomitmen untuk hadir langsung mendampingi petani Indonesia melalui kombinasi pendekatan edukasi lapangan dan sarana digital.
Plt. Direktur Utama PT Petrokimia Kayaku, Muammar Ma'arif, mengungkapkan bahwa persebaran jaringan kerja perusahaan memungkinkan edukasi dan konsultasi teknis dapat menjangkau sentra-sentra pertanian secara merata di seluruh Indonesia.
"Hampir seluruh wilayah di Indonesia sudah merasakan teknologi yang kami kampanyekan baik melalui petugas lapangan, jaringan distribusi maupun melalui online. Petugas lapangan kami tersebar di seluruh wilayah sehingga dapat memberikan edukasi, pendampingan dan konsultasi teknis teknologi agrokimia PT Petrokimia Kayaku," ungkap Muammar Ma'arif.
Kehadiran solusi agrokimia perusahaan telah terbukti membantu petani melewati masa-masa kritis akibat ancaman hama dan cuaca ekstrem. Sebagai contoh, produk Applaud 10 WP dan Topsin menjadi andalan dalam gerakan pencegahan wereng coklat serta penyakit blast pada tanaman padi. Keandalan solusi ini juga teruji saat bencana cuaca melanda wilayah sentra bawang merah.
"Periode tanam sebelumnya ketika petani bawang merah di daerah Nganjuk dan Brebes lahan tanamannya terendam banjir dan saat kemarau sangat panas dan cenderung kekeringan tetapi berkat produk kami Wokozim tanaman yang terendam banjir maupun terjadi kekeringan tetap terlindungi dan terjaga tanamannya hingga panen, karena bahan-bahan dari produk Wokozim memberikan perlindungan terhadap cuaca ekstrem. Ketika hama thrips melanda produk kami Kamui 106 SC dapat digunakan dalam pencegahan dan pengendalian," papar Muammar Ma'arif.
Edukasi yang diberikan tim Petrokimia Kayaku di lapangan mencakup pemahaman komprehensif, mulai dari diagnosis masalah tanaman, pemilihan produk, teknik pencampuran, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga pengelolaan kemasan bekas.
Hal ini dilakukan karena perusahaan memegang prinsip bahwa petani tidak sekadar membeli produk, melainkan harus memahami alasan teknis dan cara penggunaan yang aman sesuai standar label.
Untuk membangun ekosistem pertanian yang tangguh, PT Petrokimia Kayaku menjalin sinergi erat dengan pemerintah, akademisi, kelompok tani, hingga distributor.
Baca Juga: Perkuat Kepedulian Sosial, Petrokimia Kayaku Santuni Anak Yatim dari Enam Desa Sekitar
Bersama pemerintah, perusahaan mendukung pengawalan musim tanam dan pengawasan produk legal; bersama akademisi, dilakukan pengujian efektivitas dan penelitian formulasi; sedangkan bersama kelompok tani, dilakukan pembuatan petak percontohan (demplot) dan temu lapang.
Menatap masa depan, PT Petrokimia Kayaku mengusung visi jangka panjang untuk menjadi penyedia pestisida dan sarana produksi pertanian yang paling dipercaya di Indonesia.
"Pendekatan kami berangkat dari semangat untuk memuliakan petani Indonesia. Oleh karena itu, inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada efektivitas produk, tetapi juga pada keamanan, kemudahan penggunaan, efisiensi usaha tani, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan petani yang berkelanjutan," tutup Muammar Ma'arif. (nov/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik