RADAR GRESIK – Suasana berbeda tampak di Aula Dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik. Jika biasanya ruang tersebut digunakan untuk kegiatan pembinaan rutin, kali ini puluhan warga binaan tampak serius menyimak penjelasan teknis mengenai cara pembuatan pakan ikan lele alternatif.
Di balik keterbatasan ruang gerak yang mereka miliki, para warga binaan ini tengah antusias menyiapkan bekal keterampilan berharga yang diharapkan dapat menjadi modal mandiri saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak.
Melalui penyuluhan aplikatif yang diberikan oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), para peserta belajar mengenali berbagai bahan baku alternatif yang jauh lebih ekonomis namun tetap memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk menunjang pertumbuhan ikan lele.
Baca Juga: Perkuat Sinergi P4GN, Rutan Gresik Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan Bersih Narkoba
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian nyata yang terus dikembangkan oleh manajemen Rutan Gresik lewat kolaborasi aktif bersama kalangan akademisi.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang pembuatan pakan mandiri guna mendukung budidaya ikan lele yang saat ini menjadi salah satu program ketahanan pangan produktif di lingkungan rutan.
Para peserta tidak hanya dicekoki materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami formula komposisi bahan, proses pengolahan yang tepat, hingga kalkulasi manfaat penggunaan pakan alternatif dalam menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas pemeliharaan ikan.
Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran civitas akademika Universitas Muhammadiyah Gresik, jajaran struktural Rutan Gresik, serta warga binaan peserta pelatihan. Selama kegiatan berlangsung, sistem pengamanan ketat dilakukan secara sinergis oleh Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) bersama petugas internal rutan sehingga seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat tertib, aman, dan lancar.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menilai bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan seperti UMG merupakan salah satu langkah strategis untuk mendongkrak kualitas pembinaan warga binaan agar lebih berdaya guna.
“Materi mengenai pembuatan pakan ikan lele alternatif sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan warga binaan, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam program pembinaan kemandirian di Rutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini bisa menjadi bekal berharga bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Dhimas Isdwiyono menjelaskan esensi pelatihan tersebut.
Baca Juga: Gandeng Mahasiswa UMG, Rutan Gresik Bekali Warga Binaan Keterampilan Budidaya Lele
Dhimas menekankan bahwa pembinaan kemandirian saat ini menjadi salah satu pilar paling krusial dalam sistem pemasyarakatan modern.
Melalui intervensi berbagai pelatihan keterampilan yang produktif, warga binaan diarahkan agar mampu mengubah pola pikir menjadi pribadi yang mandiri dan siap berkontribusi secara positif ketika berbaur kembali ke lingkungan sosial asalnya.
Penyuluhan pembuatan pakan lele alternatif ini menjadi bukti autentik bahwa proses pembinaan di dalam rutan tidak lagi berorientasi pada pembatasan kebebasan semata, melainkan pada aspek pemberdayaan kemanusiaan. Dari balik jeruji besi, para warga binaan diberikan kesempatan emas untuk terus belajar, berkembang, dan merajut masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Gandeng Mahasiswa UMG, Rutan Gresik Bekali Warga Binaan Keterampilan Budidaya Lele
"Melalui sinergi berkelanjutan antara Rutan Gresik dan Universitas Muhammadiyah Gresik, diharapkan semakin banyak program edukatif dan aplikatif yang dapat menghadirkan harapan baru bagi warga binaan, sekaligus memperkuat tujuan pemasyarakatan sebagai sarana pembentukan manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas," pungkas Dhimas. (yud/han)
Editor : Hany Akasah