Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Jaringan Pipa Terganjal Masalah Kompensasi Warga, Layanan PDAM di Manyar Riverside Gresik Belum Terpasang

Fajar Yuliyanto • Senin, 22 Juni 2026 | 12:12 WIB
Musyawarah : Rapat bersama perwakilan warga di Balai Desa Peganden, Manyar. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Musyawarah : Rapat bersama perwakilan warga di Balai Desa Peganden, Manyar. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Warga Perumahan Manyar Riverside yang berlokasi di Jalan Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mengeluhkan belum tersambungnya layanan air bersih dari Perumda Giri Tirta (PDAM) Kabupaten Gresik.

Akibat kendala ini, warga yang telah menempati rumah mereka terpaksa mengandalkan pasokan air dari tandon dengan biaya operasional yang tidak sedikit.

Salah satu warga Manyar Riverside, Arivin, mengungkapkan bahwa dirinya harus membeli air bersih hingga tiga kali dalam seminggu demi memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap tandon air adalah sekitar Rp30 ribu per meter kubik.

Baca Juga: Diduga Selang Bensin Bocor, Mobil Sedan Ludes Terbakar Usai Isi BBM di Driyorejo Gresik

“Selama menempati rumah di sini, kami masih membeli air untuk kebutuhan sehari-hari karena jaringan PDAM belum masuk ke perumahan,” kata Arivin pada Minggu, (21/6).

Menurut Arivin, permasalahan krusial ini sebenarnya telah dibahas bersama dalam rapat koordinasi pada awal Juni 2026 di Balai Desa Peganden. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan warga Manyar Riverside, pihak manajemen perumahan, perwakilan Desa Peganden, serta pihak Perumda Giri Tirta.

Namun, hingga saat ini hasil rapat tersebut belum membuahkan solusi yang konkret bagi masyarakat perumahan. Dalam pertemuan itu, diketahui muncul permintaan kompensasi dari sebagian warga Desa Peganden terkait rencana proyek pemasangan pipa PDAM yang akan melintasi wilayah mereka.

Arivin menegaskan bahwa warga sangat berharap ada langkah cepat dan solusi nyata dari pihak manajemen Manyar Riverside agar jaringan PDAM bisa segera masuk, sehingga warga tidak terus-menerus terbebani oleh biaya membeli air bersih.

Baca Juga: Kawal Akurasi Data Desa, Komisi I DPRD Gresik Dorong Peningkatan Insentif dan Fasilitas Petugas Adminduk

Merespons keluhan tersebut, Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik, Hartadi Agung Sutono, menjelaskan bahwa secara teknis proyek penyediaan air bersih ke perumahan Manyar Riverside sebenarnya sudah sangat siap untuk dieksekusi. Pihak PDAM telah menyediakan seluruh material utama termasuk jaringan pipa penunjang yang tinggal dipasang di lapangan.

“Nah rencana awal jalur pipa memang melewati wilayah Manyar menuju Manyar Riverside. Perlengkapan sudah lengkap, pipanya juga sudah siap dipasang,” ujar Hartadi Agung Sutono.

Lebih lanjut Hartadi menjelaskan bahwa proses di lapangan terpaksa mandek karena adanya kendala non-teknis, yaitu permintaan kompensasi dari warga yang lahannya akan dilintasi oleh jalur pipa tersebut. Kondisi ini membuat realisasi penyambungan pipa belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Kapolres Gresik Esports Competition 2026

Hartadi juga menambahkan bahwa opsi pengalihan rute bukanlah perkara mudah. Apabila jalur pipa terpaksa dialihkan ke rute alternatif untuk menghindari konflik sosial, maka Perumda Giri Tirta harus melakukan proses pengadaan logistik dan perencanaan ulang dari awal.

Langkah darurat tersebut otomatis akan memakan waktu yang jauh lebih panjang serta membutuhkan anggaran biaya tambahan yang tidak sedikit. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#PDAM #Warga #Leran #gresik #manyar