RADAR GRESIK – Menjelang fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik terus mematangkan berbagai persiapan teknis di lapangan.
Salah satu fokus krusial yang tengah digenjot saat ini adalah proses penimbangan koper besar milik jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 42, 43, 44, dan 45, yang dijadwalkan bakal bertolak pulang pada 12 Juni 2026.
Langkah preventif ini sengaja dikebut untuk memastikan seluruh berat dan dimensi barang bawaan jemaah haji asal Gresik tegak lurus dengan regulasi penerbangan internasional yang berlaku.
Dengan demikian, proses bongkar muat di bandara hingga pemulangan ke daerah asal dapat berjalan taktis, lancar, serta bebas dari kendala penyitaan barang di menit-menit terakhir.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, menyampaikan bahwa jajarannya terus melakukan koordinasi intensif dan pengawasan melekat di penginapan jemaah agar tidak ditemukan adanya barang-barang yang dilarang regulasi penerbangan, maupun kasus kelebihan muatan koper bagasi.
“Persiapan penimbangan koper besar untuk kloter 42, 43, 44, dan 45 terus kami lakukan. Semoga proses penimbangan barang bawaan berjalan lancar dan tidak ditemukan barang terlarang maupun kelebihan barang bawaan. Insyaallah jamaah haji asal Kabupaten Gresik patuh terhadap aturan yang berlaku,” kata Lulus saat memberikan konfirmasi resmi mengenai progres persiapan kepulangan, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Usai Tunaikan Tawaf Ifadah, Jemaah Haji Asal Gresik Meninggal Dunia di Makkah
Di samping mematangkan lini kesiapan administrasi dan logistik barang bawaan, pihak Kemenhaj Gresik juga memantau ketat grafik kondisi kesehatan jemaah menjelang jadwal take-off.
Berdasarkan laporan medis terintegrasi yang diterima dari tim kesehatan di Tanah Suci, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Gresik dilaporkan dalam kondisi fisik yang prima dan stabil. “Alhamdulillah kondisi jamaah baik semuanya,” imbuhnya penuh rasa syukur.
Mengingat perjalanan udara lintas benua akan menguras energi yang cukup besar, Lulus mengimbau keras para jemaah untuk menjaga ritme kebugaran tubuh dengan cara membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak terlalu mendesak di sisa waktu tunggu.
Baca Juga: Gagal Menyalip dari Kiri, Motor Pasutri Asal Kedamean Gresik Terlindas Truk Tronton
Hal tersebut dinilai sangat krusial agar seluruh rangkaian perjalanan panjang kembali ke Indonesia dapat dilalui dengan aman, nyaman, tanpa hambatan medis.
“Kami berharap seluruh jamaah haji Kabupaten Gresik tetap menjaga kesehatan menjelang kepulangan, mengurangi aktivitas, sehingga bisa pulang dalam keadaan sehat, selamat, dan meraih predikat haji mabrur,” jelas Lulus menjabarkan harapannya.
Sementara itu, menyinggung soal hak sirkulasi air zamzam yang kerap menjadi pertanyaan para keluarga jemaah, Lulus menjelaskan bahwa seluruh jatah air zamzam milik jemaah akan ditangani dan diserahkan terlebih dahulu secara kolektif kepada panitia daerah.
Baca Juga: Syahrul Munir Nahkodai PKB Gresik, Ajak Kader Jaga Organisasi Tetap di Jalur Perjuangan
Selanjutnya, pasokan air suci tersebut akan didistribusikan secara berjenjang melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) masing-masing, untuk kemudian dibagikan secara tertib kepada jemaah setibanya mereka di kampung halaman.
“Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, proses kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Gresik diharapkan berjalan tertib, lancar, dan seluruh jamaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat,” pungkas Lulus mengakhiri keterangannya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah