RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur terus berkomitmen menjaga kualitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan memberikan edukasi komprehensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sosialisasi pencegahan Hantavirus kepada ratusan warga binaan, Selasa.
Agenda edukasi yang dipusatkan di aula dalam Rutan Gresik tersebut diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias.
Baca Juga: Perebutan Kursi SMP Negeri di Gresik Memanas, 13 Ribu Calon Siswa Serbu SPMB Tahap Pertama
Kegiatan ini sengaja digulirkan sebagai bagian dari langkah taktis dan preventif manajemen rutan untuk menciptakan lingkungan blok hunian yang sehat, higienis, bersih, serta aman dari ancaman penularan berbagai penyakit menular bagi seluruh penghuni.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, mengingatkan seluruh warga binaan tanpa terkecuali agar selalu disiplin menjaga kebersihan kamar pribadi dan selasar blok hunian masing-masing.
Langkah mandiri ini dinilai sebagai proteksi awal yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya, termasuk ancaman Hantavirus.
Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Sinergitas TNI-Polri di Gresik Gelar Aksi Donor Darah Massal
“Menjaga kebersihan lingkungan hunian merupakan tanggung jawab bersama," ujar Dhimas Isdwiyono saat memberikan arahan langsung di hadapan para warga binaan.
Dhimas menjelaskan lebih detail bahwa dengan konsistensi menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, semua penghuni rutan dapat secara otomatis meminimalisasi risiko fatal munculnya sarang penyakit yang diakibatkan oleh paparan tikus maupun kondisi lingkungan yang terkontaminasi zat organik berbahaya.
"Saya berharap seluruh warga binaan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya memungkasi imbauan tersebut.
Baca Juga: Bekali Kemandirian Pascabebas, Warga Binaan Perempuan Rutan Gresik Dilatih Bikin Bolen Pisang
Guna memberikan pemahaman medis yang mendalam, materi teknis kesehatan dalam sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Dokter Poliklinik Pratama Rutan Gresik, dr. Dzurratun Naseha. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa implementasi dasar dari prinsip PHBS merupakan pilar utama dan modal paling mendasar dalam menjaga ketahanan fisik diri sendiri maupun komunitas di lingkungan sekitar.
Menurut dokter rutan, Hantavirus merupakan salah satu jenis penyakit infeksi akut yang sangat perlu diwaspadai secara ketat di area hunian padat. Virus ini dapat menular dengan cepat ke tubuh manusia melalui paparan partikel urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mencemari udara dan lingkungan terbuka. Kendati terdengar mengerikan, penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah sejak dini asalkan pola hidup bersih dan sehat diterapkan secara konsisten setiap hari.
Baca Juga: Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh, Siswi SMK Terjatuh dari Ojol di Lampu Merah Kebomas Gresik
“Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan kamar, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan secara rutin, serta menghindari kontak langsung dengan tikus atau area yang terkontaminasi dapat mengurangi risiko penularan Hantavirus,” pungkas dr. Dzurratun Naseha mengedukasi para peserta.
Melalui masifnya gerakan edukasi klinis ini, manajemen Rutan Kelas IIB Gresik berharap warga binaan memiliki kesadaran hukum dan kesehatan yang tinggi. Pemahaman yang utuh mengenai pentingnya kebersihan lingkungan diharapkan mampu menjadi tameng efektif dalam menekan potensi munculnya penyakit menular di dalam lembaga pemasyarakatan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah