Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bekali Kemandirian Pascabebas, Warga Binaan Perempuan Rutan Gresik Dilatih Bikin Bolen Pisang

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:31 WIB
Serius : Warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Gresik saat dilatih membuat kue Bolen Pisang agar memiliki keterampilan membuat makanan. (Ist/Radar Gresik)
Serius : Warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Gresik saat dilatih membuat kue Bolen Pisang agar memiliki keterampilan membuat makanan. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Aroma harum mentega dan pisang matang memenuhi Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Senin. Di balik meja-meja yang dipenuhi bahan baku dan peralatan memasak, sejumlah warga binaan perempuan tampak sangat serius sekaligus antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh mentor.

Mereka tengah tekun belajar membuat kue bolen pisang, sebuah keterampilan tata boga yang diharapkan bisa menjadi bekal berharga saat mereka resmi bebas dan kembali ke tengah masyarakat kelak.

Pelatihan tata boga ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin digelar oleh Rutan Kelas IIB Gresik. Kali ini, pihak rutan berkolaborasi menggandeng Pondok Pemberdayaan Perempuan CEHA Al-Marzuki.

Baca Juga: Pertamax Tembus Rp 16.250, Warga Gresik Berbondong-bondong Serbu Pertalite hingga Antrean Mengular

Kegiatan produktif tersebut sengaja diarsiteki untuk menggenjot kemampuan kreatif warga binaan, sekaligus membuka lebar peluang sektor usaha mikro yang dapat mereka tekuni secara mandiri setelah masa pidana berakhir.

Dalam pelatihan intensif tersebut, para peserta tidak hanya dicekoki cara mengolah bahan dan teknik membuat adonan berlapis khas bolen pisang agar renyah. Lebih dari itu, mereka juga dibekali pengetahuan komprehensif mengenai estetika teknik pengemasan (packaging) produk.

Sentuhan akhir ini dinilai sangat penting agar kue yang mereka produksi memiliki nilai jual yang tinggi dan mampu bersaing di pasar kuliner modern. jalannya pendampingan pun dilakukan secara totalitas oleh instruktur profesional yang memberikan praktik serta bimbingan menyeluruh dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh, Siswi SMK Terjatuh dari Ojol di Lampu Merah Kebomas Gresik

Plh Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa klaster pembinaan kemandirian kini telah menjelma sebagai salah satu fokus utama sistem pemasyarakatan dalam mempersiapkan mental dan skill warga binaan menghadapi kerasnya kehidupan luar pascabebas.

"Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Harapannya, setelah bebas nanti mereka dapat mandiri, produktif, dan memiliki peluang usaha sendiri di tengah masyarakat," ujar Dhimas Isdwiyono saat memberikan keterangan di sela aktivitas peninjauan, Selasa.

Baca Juga: Atasi Krisis Planet, DLH Gresik dan PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar

Menurut Dhimas, pola pembinaan di dalam rutan masa kini tidak boleh hanya berorientasi pada pembentukan sikap spiritual dan kedisiplinan perilaku semata. Petugas wajib membekali warga binaan dengan keterampilan hidup (life skill) yang aplikatif agar dapat dimanfaatkan langsung untuk mendongkrak taraf hidup serta ekonomi keluarga mereka di masa depan. 

Kerja sama dengan Pondok Pemberdayaan Perempuan CEHA Al-Marzuki menjadi salah satu strategi taktis Rutan Gresik dalam memperluas akses diklat bermutu bagi warga binaan. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, para peserta memperoleh pengalaman belajar yang jauh lebih komprehensif karena didampingi langsung oleh tenaga ahli yang berpengalaman di industri kuliner.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pondok Pemberdayaan Perempuan CEHA Al-Marzuki yang telah berkontribusi dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik," tambah Dhimas memungkasi penjelasannya.

Baca Juga: Sentuh Kebutuhan Dasar, Rutan Gresik Sediakan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Pengunjung dan Warga

Bagi para warga binaan perempuan di Rutan Gresik, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengisi waktu luang di dalam sel. Di balik proses menguleni adonan tepung dan membungkus potongan pisang, tersisip harapan besar untuk memulai lembaran hidup baru yang lebih bersih.

Keterampilan yang mereka serap di aula rutan diharapkan menjadi modal utama membangun usaha rumahan, memulihkan kepercayaan diri yang sempat runtuh, serta membuka jalan lebar menuju masa depan yang jauh lebih cerah dan mandiri. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#Pelatihan #Rutan #gresik #PEREMPUAN #Warga Binaan